Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terbaru ke wilayah Iran dengan membidik fasilitas militer di kota pelabuhan strategis, Bandar Abbas.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa pasukannya juga berhasil melumpuhkan empat drone serang satu arah milik Iran yang dinilai mengancam keamanan di kawasan Selat Hormuz.

>>> Harga Emas Antam di Pegadaian Berfluktuasi Tinggi, Sentuh Rekor Rp2.897.000

Centcom menyatakan tindakan tersebut menyasar stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas saat fasilitas itu tengah bersiap menerbangkan drone kelima.

Media lokal Iran mengabarkan adanya suara ledakan yang terdengar di sektor timur kota tersebut.

Operasi di Tengah Gencatan Senjata

Operasi militer ini berlangsung di tengah kondisi gencatan senjata yang rapuh antara kedua belah pihak.

Situasi tersebut juga terjadi di sela-sela negosiasi panjang untuk menyudahi perang tiga bulan yang telah mengganggu jalur pelayaran Selat Hormuz serta memicu lonjakan harga energi di pasar global.

Pihak Centcom berdalih operasi ini murni sebagai langkah penyelamatan diri.

"Terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata," sebut Centcom dalam pernyataannya.

Dalam agenda rapat kabinet yang berlangsung hari Rabu, Presiden AS Donald Trump menilai posisi tawar Iran dalam meja perundingan kini sudah melemah.

Donald Trump juga menegaskan bahwa arah kebijakan perang negaranya tidak akan terpengaruh oleh dinamika pemilu paruh waktu yang akan datang.

"Mungkin kita harus kembali dan menyelesaikannya, mungkin juga tidak," ujar Trump.

Melalui pertemuan tersebut, Donald Trump mendesak negara-negara di kawasan Teluk untuk segera menyepakati Abraham Accords demi menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

>>> IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Dorong Industri Otomotif Nasional