Harga Emas Antam di Pegadaian Berfluktuasi Tinggi, Sentuh Rekor Rp2.897.000

Harga emas Antam kepingan 1 gram di Pegadaian menunjukkan fluktuasi tinggi menjelang akhir Mei 2026.
Logam mulia ini bergerak di rentang Rp2.825.000 hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di angka Rp2.897.000 per gram.
>>> Elon Musk Disorot Atas Rencana Merger Besar SpaceX dan Tesla
Pergerakan harga ini sejalan dengan tren bullish emas global yang masih kokoh.
Pakar makro dan strategi pasar dari Rockefeller Global Investment Management, Doug Moglia, menilai pasar bullish sekuler emas masih berlangsung.
Faktor Pendorong Kenaikan Emas Global
Moglia menyebutkan bahwa kombinasi peningkatan permintaan struktural dan keterbatasan pasokan menjadi pendorong utama. Pembelian agresif bank sentral dunia serta melemahnya dolar AS secara tajam turut menopang lonjakan harga.
Menurut Moglia, emas memasuki pasar bullish sekuler ketiga pada tahun 2022.
Ia menganalogikan perubahan ini dengan runtuhnya sistem Bretton Woods pada awal 1970-an dan gelembung teknologi pada pergantian milenium.
Bank sentral global membeli lebih dari 1.000 ton emas per tahun selama 2022-2024.
Pada 2025, permintaan bergeser ke investor ritel melalui ETF, dengan kepemilikan ETF global melonjak hampir 20% menjadi lebih dari 3.000 metrik ton.
Moglia memproyeksikan harga emas akan diperdagangkan di atas $5.500 per ons hingga 2027.
>>> Pvlette Rilis Album Semakin Buram dan Percuma, Eksplorasi Nu Gaze
Ia juga memperkirakan potensi mencapai $8.000 hingga melampaui $10.000 per ons sebelum 2030.
Kinerja Emas Antam di Pasar Domestik
Di Indonesia, harga emas Antam terus mencetak rekor sepanjang setahun terakhir.
Pada Mei 2025, harga masih di kisaran Rp1.923.000 per gram, lalu merangkak naik ke Rp2.650.000-Rp2.700.000 menjelang akhir 2025.
Awal Mei 2026, harga menembus Rp2.867.000 per gram.
Kini, di akhir Mei 2026, harga berfluktuasi antara Rp2.825.000 dan sempat menyentuh rekor Rp2.897.000.
Moglia menambahkan bahwa faktor geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina dan sanksi terhadap cadangan devisa Rusia mendorong bank sentral beralih ke emas.
Emas dianggap sebagai aset tanpa risiko penerbit atau pihak lawan.
>>> Kemen PPPA Perkuat Edukasi Cegah Anak Terpapar Radikalisme Digital
Ia juga menyoroti kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve yang mendukung logam moneter. Risiko fiskal dan guncangan geopolitik, termasuk konflik dengan Iran, turut meningkatkan minat investor terhadap emas.
Update Terbaru
Profil 7 Cast Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Joshua Suherman hingga Firza Valaza Masuk Teror Dunia Demit
Kamis / 28-05-2026, 15:27 WIB
4 Orang Sekeluarga Ditemukan Tewas dalam Tenda Camping di Temanggung
Kamis / 28-05-2026, 15:02 WIB
Baca Preview Sore Lookism Chapter 609 Bahasa Indonesia, Akhir Penentuan! Konflik Mulai Terbaca
Kamis / 28-05-2026, 15:00 WIB
Baca Preview Lookism Chapter 609 Bahasa Indonesia, Siap-Siap Panas! Ceritanya Mulai Terasa
Kamis / 28-05-2026, 14:45 WIB
Virgoun Minta Maaf ke Mantan Suami Lindi Terkait Ucapan Eva Manurung
Kamis / 28-05-2026, 14:45 WIB
Natalia Vodianova Hamil Anak Keenam di Usia 44 Tahun
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Rp100 Miliar dari APBN
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Taylor Swift Hadiahi Gitar Bertanda Tangan untuk Penggemar Cilik
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Platense Kalahkan Corinthians 2-0, Lolos ke Babak 16 Besar Copa Libertadores
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Bolivar Gagal ke Babak Gugur Copa Libertadores Usai Takluk dari Independiente
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Dodgers Hadapi Rockies di Laga Penutup Seri Dodger Stadium
Kamis / 28-05-2026, 14:44 WIB
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Semar Nusantara 28 Mei 2026 Bergerak
Kamis / 28-05-2026, 14:43 WIB
Pasar Modal dan Rupiah Tertekan Sejak Awal 2026, Defisit APBN Jadi Sorotan
Kamis / 28-05-2026, 14:43 WIB






