Takbir muqayyad menjadi salah satu syiar Islam yang menggema di masjid dan musala sepanjang Idul Adha hingga hari tasyrik.

Lantunan ini dibaca setelah salat fardu sebagai wujud dzikir dan pengagungan kepada Allah SWT.

>>> Fadhilah Intan Duet dengan Daniesh Suffian Rilis Single Simpul

Bacaan takbir muqayyad dianjurkan untuk diamalkan secara konsisten selama periode tersebut. Di dalam teksnya terkandung takbir, tahlil, serta untaian pujian kepada Sang Pencipta.

Lafal Takbir Muqayyad

Berikut lafal lengkap takbir muqayyad dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

Arab: الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Latin: Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Masyarakat di Indonesia kerap mengembangkan bacaan ini dengan menyisipkan tambahan tahmid serta tasbih. Modifikasi tersebut membuat lantunan takbir terdengar lebih panjang saat dikumandangkan bersama-sama.

Waktu Pelaksanaan Takbir Muqayyad

Mayoritas ulama menetapkan bahwa takbir muqayyad dibaca setelah menegakkan salat wajib selama Idul Adha dan tiga hari tasyrik.

>>> Dokter Tirta: Daging Kambing Bukan Pemicu Utama Kolesterol, Ini Penyebabnya

Periode ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus melafalkan pujian pasca-ibadah wajib.

Anjuran bertakbir ini tetap berlaku sepanjang hari tasyrik yang jatuh setelah Hari Raya Idul Adha. Aktivitas ini menjadi penanda hidupnya syiar ibadah pada hari-hari mulia tersebut.

Mengenal Hari Tasyrik

Hari tasyrik adalah sebutan untuk tiga hari berturut-turut setelah perayaan Idul Adha. Pada momen ini, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil.