Asumsi bahwa daging kambing memicu lonjakan kolesterol dan tekanan darah tinggi akhirnya mendapat tanggapan medis.

Edukator kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi meluruskan kekhawatiran masyarakat yang sering membatasi konsumsi olahan ini.

>>> Garena Rilis Kode Redeem FF 28 Mei 2026, Batasi Kuota 500 Pengguna

Menurut dr. Tirta, daging kambing murni justru memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. "Daging kambingnya malah sehat, proteinnya tinggi melebihi daging sapi.

Komponen daging merah itu yang justru bisa menekan angka kolesterol," ungkapnya dalam video #Suaratirta.

Pernyataan tersebut dikutip Jumat (28/5/2026). Dokter Tirta menegaskan bahwa daging kambing tidak memicu hipertensi ataupun kolesterol jahat jika diolah dengan tepat.

Munculnya gejala fisik seperti leher kaku, pusing, hingga tekanan darah meningkat drastis setelah mengonsumsi olahan daging kambing memiliki alasan ilmiah.

>>> BEI Intensif Berdiskusi dengan MSCI dan FTSE untuk Dongkrak Investasi Asing

Faktor utama bukan dari bahan baku daging, melainkan dari proses memasak.

"Kok bikin leher tegang? Itu dikarenakan masak dagingnya pakai bumbu kecap yang berlebihan.

Jadi yang menyebabkan sate daging kambing, tongseng, tengkleng, dan gule bikin (kolesterol) meroket, komponen garam dan kecapnya," sambung dr. Tirta.

Kandungan natrium tinggi dalam garam serta penggunaan kecap secara berlebihan menjadi pemicu utama penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah seseorang meningkat secara instan.

>>> Ahmad Syahrul Fadhil Terpilih Jadi Sekjen PB PMII yang Baru

"Segala sesuatu makanan yang rasa-rasa itu risiko tinggi. Kalau sudah tahu rasanya asin makanya jangan terlalu berlebihan," tukasnya.