Prof Wellyzar mencontohkan bahwa aplikasi teknologi PCR yang masif di dunia sains saat ini juga memanfaatkan komponen enzim dari kelompok bakteri Thermus.

"Jadi mungkin kita ingat, kita tahu ya, bahwa enzim Taq DNA polymerase yang digunakan untuk PCR, itu berasal dari Thermus.

Dan Thermus itu Thermus aquaticus yang diisolasi di Yellowstone Hot Springs di Amerika," jelasnya.

Proses untuk membuktikan sebuah mikroba sebagai spesies baru memerlukan tahapan karakterisasi yang memakan waktu panjang.

"Di Indonesia sebenarnya Thermus itu banyak, hanya mungkin yang bisa mengkarakterisasi dan membuktikan itu adalah spesies baru, itu yang jarang ya, karena spesies baru kita membutuhkan karakterisasi sifat biologi, fisiologi, biokimia, kemudian mengungkap karakter genetiknya, mengungkap genomnya, itu butuh waktu," ujarnya.

Tim ilmuwan menghabiskan waktu sekitar dua tahun hanya untuk menghimpun data riset.

>>> Ahmad Syahrul Fadhil Terpilih Jadi Sekjen PB PMII yang Baru

Meskipun rumit, penemuan Thermus javaensis dinilai membuka lembaran baru bagi riset dan industri berbasis mikroorganisme ekstrem di Indonesia.