Tim peneliti Indonesia berhasil menemukan spesies bakteri tahan panas baru, Thermus javaensis, di geiser Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat.

Mikroorganisme ini menyimpan potensi besar untuk diaplikasikan di sektor pangan, kesehatan, lingkungan, hingga kosmetik.

>>> Garena Rilis Kode Redeem FF 28 Mei 2026, Batasi Kuota 500 Pengguna

Penelitian mengenai Thermus javaensis telah terbit di jurnal internasional Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology pada 2026.

Ilmuwan mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof Dra Wellyzar Sjamsuridzal, M.

Sc, PhD, yang menjadi salah satu peneliti, menjelaskan bahwa bakteri ini termasuk termofilik, yaitu mampu hidup pada suhu sangat tinggi.

"Jadi bakteri Thermus javaensis ini adalah bakteri termofilik ya, yang tahan hidup pada suhu yang tinggi.

Jadi bakteri ini di tempat namanya di geiser yang suhunya itu mencapai 100 derajat. Dan ini adalah geiser satu-satunya di Indonesia yang memiliki suhu panas itu," ujarnya.

Proses Penemuan yang Panjang

Eksplorasi di geiser Cisolok telah berlangsung cukup lama. Tim ilmuwan memulai riset sejak sekitar 12 tahun lalu, sedangkan proses isolasi mikroba baru terlaksana pada 2015.

Fase penemuan hingga pengembangbiakan di laboratorium menghadapi hambatan besar. Bakteri ini memerlukan lingkungan spesifik karena suhu optimal untuk hidupnya berkisar 65 derajat Celsius.

"Jadi kami mengisolasi bakterinya tahun 2015, kemudian proses, kebetulan isolasinya cukup sulit juga karena bakteri ini suhu optimalnya itu 65 derajat.

Jadi membutuhkan inkubator yang bisa pada suhu yang tinggi," ujar Prof Wellyzar.

Kendala lain adalah media pembiakan. Karakteristik media agar standar mudah meleleh pada temperatur tinggi, sehingga tim menggunakan medium khusus.

"Dan kesulitannya adalah pada suhu sekian, 65 derajat itu medium agar biasanya meleleh.