PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) membangun jaringan pipanisasi dan sarana air bersih di Kecamatan Tanggeung dan Kecamatan Cijati, Kabupaten Sukabumi.

Program ini mulai mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Akses air bersih selama ini menjadi tantangan utama akibat kondisi geografis berbukit dan jauhnya sumber air.

>>> PLN Wanti-wanti Harga Tanah Pengembangan PLTS 100 GW

Selama bertahun-tahun, warga di dua kecamatan harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau.

Kondisi itu tidak hanya memengaruhi kualitas hidup, tetapi juga menghambat produktivitas ekonomi.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIP Jawa Bagian Tengah membangun infrastruktur penyediaan air bersih.

Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

Komitmen PLN untuk Kesejahteraan Masyarakat

General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan penyediaan air bersih merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Air bersih mungkin mudah diperoleh oleh sebagian masyarakat. Namun, masih banyak warga yang harus menempuh perjuangan panjang untuk mendapatkannya.

Kami berharap bantuan ini dapat mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan nyaman," ujar Kishartanto, Kamis (2/7/2026).

PLN membangun dua titik sumur bor yang dilengkapi pompa submersible, instalasi listrik, jaringan pipanisasi, serta menara air berkapasitas 5.000 liter di Kecamatan Tanggeung.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk memastikan pasokan air bersih tersedia secara berkelanjutan.

>>> Timex Luncurkan Jam Tangan Vintage Bertema Balap dengan Meca-Quartz

Sementara di Kecamatan Cijati, PLN membangun sistem penyediaan air bersih yang mencakup bak penampungan, jaringan pipa distribusi, hingga sambungan rumah yang langsung mengalirkan air ke permukiman warga.