Kehadiran jaringan pipanisasi diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

Waktu yang sebelumnya digunakan mencari sumber air dapat dialihkan untuk bekerja, bertani, berdagang, maupun menjalankan usaha rumah tangga.

"Ketersediaan air bersih juga berpotensi memperkuat sektor pertanian skala kecil, usaha mikro, serta aktivitas ekonomi berbasis rumah tangga yang membutuhkan pasokan air secara konsisten.

Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan," jelasnya.

Camat Tanggeung, Iman Saepudin, mengapresiasi langkah PLN UIP Jawa Bagian Tengah. "Program TJSL PLN menunjukkan kolaborasi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Bantuan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang," katanya.

PLU kembali menegaskan pembangunan sarana air bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui pembangunan pipanisasi dan sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Tanggeung dan Kecamatan Cijati, PLN berharap masyarakat memperoleh akses air yang lebih mudah, meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, memperkuat produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

>>> SIG Pasok Beton untuk Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Capai 28 Ribu Meter Kubik

"Hadirnya infrastruktur tersebut, upaya mengatasi krisis air bersih di dua wilayah Kabupaten Sukabumi kini semakin mendapat solusi yang berkelanjutan," pungkasnya.