Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat meroket lebih dari USD 1 pada sesi perdagangan Kamis, 28 Mei 2026.

Kenaikan ini membawa harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melampaui ambang batas psikologis USD 90 per barel.

>>> Garena Buka Pendaftaran Free Fire Beta Server dengan Fitur Anti Banned

Minyak mentah WTI tercatat melonjak sebesar USD 1,42 atau setara 1,6 persen ke level USD 90,10 per barel pada pukul 23.28 GMT.

Pergerakan ini membalikkan tren koreksi setelah sebelumnya sempat anjlok hingga 5,55 persen.

Lonjakan harga dipicu oleh serangan udara mendadak yang dilancarkan militer Amerika Serikat pada malam hari. Serangan tersebut diarahkan ke sebuah fasilitas militer penting di dalam wilayah Iran.

Seorang pejabat tinggi AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa target operasi diyakini sebagai basis peluncuran yang mengancam keselamatan pasukan AS.

Lokasi tersebut juga dinilai membahayakan kelancaran arus pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz.

Selain itu, kekuatan pertahanan udara AS berhasil menembak jatuh sejumlah pesawat tanpa awak (drone) milik militer Iran yang membawa potensi ancaman serupa.

>>> Mendag Budi Santoso Sempurnakan Regulasi Perdagangan Digital

Eskalasi bersenjata ini terjadi di tengah upaya diplomatik internasional yang sedang berjalan untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Donald Trump Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump membantah laporan media pemerintah Iran mengenai pengelolaan jalur maritim.

Media Iran sebelumnya mengklaim bahwa Teheran dan Oman akan mengambil alih kendali manajemen pelayaran bersama di Selat Hormuz sebagai bagian dari perjanjian damai.

Trump menegaskan bahwa jalur maritim internasional tersebut akan dijamin tetap terbuka bebas untuk publik lintas negara.

Sebelum operasi pengeboman terbaru, militer AS tercatat melakukan tindakan defensif terhadap aset Iran pada hari Senin.

Pemerintah Iran menuding aksi itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih rapuh.

>>> Aplikasi Membaca Konten Cairkan Saldo Dana Rp10.000 per Jam, Ini Buktinya

Namun, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi pada hari Senin menyasar armada kapal cepat yang berupaya memasang ranjau laut dan situs peluncuran rudal taktis yang membahayakan pasukan koalisi.