Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan bantuan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis berbiaya tinggi. Manfaat tersebut dirasakan oleh Camat Banjarwangi, Kabupaten Garut, Asep Harsono.

Asep menjalani operasi penyumbatan pembuluh jantung dengan total biaya mencapai Rp130 juta. Seluruh biaya penanganan medis tersebut ditanggung sepenuhnya tanpa mengeluarkan biaya pribadi.

>>> Indonesia Ekspor 100 Ton Jagung Bengkayang ke Malaysia

Masalah kesehatan ini bermula pada akhir tahun 2022 saat Asep mengalami serangan penyakit kronis yang menyebabkan penyumbatan pembuluh jantung.

Kondisi kesehatan yang menurun mendadak membuatnya harus segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet Garut.

"Serangan penyakit kronis yang saya alami sejak akhir tahun 2022 hingga mengalami penyumbatan pembuluh jantung.

Kondisi kesehatan sempat turun mendadak harus mendapat penanganan medis ke IGD RSUD dr Slamet Garut," ujar Asep melalui keterangan tertulis, Rabu (27/5).

Dokter di RSUD dr Slamet kemudian mendiagnosis bahwa Asep memerlukan tindakan pemasangan ring jantung.

Mengingat kebutuhan fasilitas yang lebih spesifik, ia dirujuk ke RS Santosa Bandung melalui sistem rujukan digital.

Kemudahan Aplikasi Sijeruk dan Layanan JKN

Proses rujukan dari Garut ke Bandung berjalan lancar berkat pemanfaatan aplikasi Sijeruk (Sistem Informasi Jejaring Rujukan).

Sistem yang telah terintegrasi dengan Program JKN ini mempermudah perpindahan pasien antarfasilitas kesehatan secara cepat dan terkoordinasi.

"Melalui aplikasi Sijeruk di Kabupaten Garut yang sudah terintegrasi dengan Program JKN, proses rujukan berjalan lancar.

>>> Polisi Tangkap Pimpinan Ponpes Pedang Ati Pekalongan Terkait Dugaan Asusila

Kami mengurus administrasi terlebih dulu, mendapatkan kamar, hingga dilakukannya tindakan operasi pemasangan ring jantung," jelasnya.

Sistem rujukan digital bertujuan memangkas birokrasi manual.