Polisi Tangkap Pimpinan Ponpes Pedang Ati Pekalongan Terkait Dugaan Asusila
Aparat Kepolisian Resor Pekalongan Kota menangkap pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Pedang Ati, AKF (54), di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5) malam.
Penangkapan ini dilakukan setelah mencuatnya kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh pelaku terhadap puluhan santriwatinya.
>>> Kenali Sembilan Gejala Kanker Serviks yang Sering Diabaikan Wanita
Ratusan orangtua santriwati beramai-ramai mendatangi pesantren untuk menjemput anak-anak mereka demi menjaga keselamatan dan kondisi psikologis anak.
Salah satu orangtua santri yang datang langsung dari luar kota mengekspresikan keprihatinan yang mendalam terkait situasi keamanan di dalam pondok pesantren tersebut.
"Saya khawatir dengan kejadian ini," ujar Khasanah, seorang wali santri dari Pemalang.
Kondisi di lokasi sempat memanas ketika puluhan anggota Organisasi Masyarakat Yakuza Mangenes mendatangi pesantren tersebut untuk menuntut pertanggungjawaban dari sang pimpinan sebelum polisi melakukan penangkapan.
Perwakilan Ormas Yakuza Mangenes, Eko Ebes, mengatakan bahwa tindakan penggerudukan didasari oleh banyaknya keluhan yang masuk dari masyarakat melalui saluran komunikasi digital.
"Kami banyak menerima laporan baik melalui pesan singkat maupun di media sosial, sehingga kami turun langsung ke ponpes untuk meminta pertanggungjawaban dari pimpinan ponpes," kata Eko Ebes.
Eko Ebes menambahkan bahwa aksi bejat yang diduga sudah berlangsung sejak tahun 2008 ini menyebabkan sebagian besar korban memilih bungkam akibat tekanan psikologis dan status sosial pelaku.
>>> 13 Restoran All You Can Eat Murah di Bogor, Mulai Rp20 Ribu
"Jumlah korban asusila mencapai puluhan santriwati, namun sebagian besar takut untuk melaporkan karena adanya intimidasi dan pelaku merupakan tokoh di lingkungan tersebut," ungkap Eko Ebes.
Update Terbaru
Prancis dan Spanyol Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Argentina Kalahkan Swiss 3-1, Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Badai Dahsyat Padamkan Listrik Ribuan Warga di Arizona Selatan
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Argentina Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Temon Agamanya Apa? Islam Atau Kristen? Inilah Biodata Simson Rarameha Ngadang Komedian Legendaris yang Meninggal Dunia
Minggu / 12-07-2026, 12:19 WIB
120 Menit di Kansas City! Argentina Susah Payah Gilas 10 Pemain Swiss 3-1, Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Gempa Bongkar Keropos Revolusi Venezuela: Proyek Perumahan Chávez Runtuh
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Throuple: Antara Cinta Bertiga dan Risiko Kecemburuan
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
BNI Tebar Promo di Puspa Nuswantara 2026, Dorong Transaksi Digital UMKM Batik
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Wamenkomdigi Ajak Keluarga Hidupkan Budaya Menonton Bersama demi Ruang Digital Aman
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Polisi Buru 15 Pelaku Pemerkosaan Remaja di Sampang, Berawal dari Kecurigaan Orang Tua
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Nam Joo Hyuk Alami 'Keracunan Air' Saat Syuting Drakor The East Palace
Minggu / 12-07-2026, 12:12 WIB







