Pihak organisasi masyarakat yang mendampingi para korban menyatakan bahwa jumlah laporan resmi berpotensi terus meningkat seiring berjalannya proses hukum.

"Sampai saat ini ada 6 korban yang melapor, dimungkinkan akan bertambah setelah terbongkarnya kasus ini," imbuhnya.

Kekhawatiran juga disampaikan oleh orangtua santri dari wilayah lain yang menilai bahwa lingkungan pondok pesantren sudah tidak lagi kondusif untuk kelangsungan proses belajar mengajar anak mereka.

Riyadi, wali santri dari Batang, mengaku khawatir akibat kasus asusila dengan pelaku pimpinan dan pengasuh pondok pesantren tersebut mengakibatkan situasi tidak kondusif, terutama psikologis para santriwati yang masih bertahan di ponpes.

Penyelidikan internal kepolisian mengungkapkan salah satu korban berinisial F bahkan didapati sempat hamil dan melahirkan tanpa diketahui publik.

>>> Budaya Latihan Bersama Jadi Kunci Lahirnya Pembalap Motor Potensial di Yogyakarta

Proses hukum kini terus berjalan dengan agenda pemeriksaan intensif terhadap tersangka AKF yang masih ditahan di markas kepolisian setempat.