Albert Yonathan Gelar Pameran Tunggal Hypnagogia Tracing Time di Jakarta
Seniman Indonesia Albert Yonathan Setyawan menggelar pameran tunggal bertajuk Hypnagogia, Tracing Time di Galeri Ara Contemporary Jakarta.
Pameran ini menampilkan 21 karya seni tanah liat yang menghiasi dinding galeri.
>>> Pilot Perempuan Indonesia Ukir Sejarah Terbangkan Pesawat Kepresidenan RI
Albert dikenal sebagai seniman yang pernah mewakili Indonesia di ajang Venice Biennale. Karya-karyanya berbentuk persegi panjang dengan pola geometris tiga dimensi menyerupai undakan tangga yang disusun berulang.
Repetisi material tanah liat yang dirangkai satu per satu menghadirkan ritme visual yang hidup bagi pengunjung.
Sang seniman menjelaskan bahwa pameran ini terinspirasi dari gagasan mengenai ruang dan waktu.
Inspirasi Ruang dan Waktu
Albert membagi pameran menjadi dua bagian. Di lantai atas, ia berbicara tentang ruang, khususnya ruang perkotaan atau lanskap.
Di lantai bawah, ia menyoroti waktu.
Gagasan tersebut mendorong Albert menghadirkan bentuk geometris repetitif, mulai dari undakan tangga hingga bentuk menyerupai jendela dan atap bangunan khas Jepang.
Ia tertarik membayangkan bagaimana hubungan antara pintu dan jendela ketika hadir dalam jumlah banyak di sebuah bangunan.
>>> Aurelia, Siswi SMA Santa Ursula, Borong Penghargaan di Kompetisi Internasional Bangkok
Pada ruang pameran lain, Albert menyajikan karya berjudul Ancica yang terdiri dari 300 patung kecil. Setiap patung dicetak menggunakan cetakan yang sama, namun disusun berurutan berdasarkan nomor pencetakan.
Albert menyusun patung dari cetakan pertama hingga ke-300. Meski menggunakan cetakan yang sama, hasilnya berubah dari patung pertama hingga terakhir.
Ini mendefinisikan waktu bahwa dunia selalu dalam transisi dan terus bergerak.
Konsep waktu juga dituangkan dalam karya Tracing Time. Albert mengikuti pola bunga sakura kering yang diteruskan secara memutar tanpa putus di atas kanvas berukuran besar.
Garis-garis yang awalnya rapi perlahan berubah menjadi bentuk yang tidak lagi mengikuti pola awal.
Masyarakat dapat mengunjungi pameran ini secara gratis di Ara Contemporary mulai 25 Mei hingga 27 Juni 2026.
>>> VIDA Ingatkan Modus Penipuan Canggih Bayangi Tren Kurban Online
Galeri buka setiap Selasa hingga Minggu, pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.
Update Terbaru
Andie Peci Sakit Apa? Benarkah Kanker? Inilah Kronologi Kematian Pentolan Bonek dan Pejuang Buruh KASBI
Minggu / 12-07-2026, 15:35 WIB
Beshear Desak McConnell Umumkan Detail Kesehatan Setelah Tiga Pekan Absen
Minggu / 12-07-2026, 15:31 WIB
Keluarga Khosla Setuju Beli Seattle Seahawks dengan Rekor Harga
Minggu / 12-07-2026, 15:31 WIB
Trump Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan di Walter Reed
Minggu / 12-07-2026, 15:29 WIB
Gelombang Panas Heat Dome Landa Amerika Serikat, Suhu Capai 111 Derajat Fahrenheit
Minggu / 12-07-2026, 15:29 WIB
Saham Teknologi ASX Diperdagangkan di Bawah Nilai Wajar Setelah Aksi Jual Pasar
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Diskusi Terbuka dengan Suami: Kunci Menentukan Masa Depan Pernikahan
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Sikap Trump di KTT NATO Ankara: Dari Marah hingga Puji Sekutu
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Pakar Hukum Administrasi Negara Dukung Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Bandara Bandanaira Bakal Punya Runway 2,2 Km, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Maluku
Minggu / 12-07-2026, 15:28 WIB
Tersangka Diborgol Coba Kabur Dua Kali Saat Razia di Washington
Minggu / 12-07-2026, 15:26 WIB
Dwayne Johnson: Penampilan 2001 vs 2026, Good Genes atau Good Docs?
Minggu / 12-07-2026, 15:26 WIB







