Daging kurban yang alot sering menjadi keluhan saat Iduladha. Namun, bahan alami seperti parutan nanas atau daun pepaya terbukti secara ilmiah dapat mengatasi masalah ini.

Kandungan aktif dalam kedua bahan tersebut bekerja dengan cara memutus serat-serat tebal pada jaringan daging.

>>> Federico Valverde Gabung Timnas Uruguay, Respons soal Konflik Madrid

Penjelasan Pakar IPB

Pakar teknologi pangan sekaligus Guru Besar IPB, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, MSc. , memberikan penjelasan mengenai fenomena tradisional ini di Jakarta Selatan pada Selasa (19/5/2026).

"Secara prinsip, bahan seperti pepaya, baik daun, buah, maupun getahnya, banyak mengandung enzim protease yang bernama papain. Begitu juga dengan nanas yang memiliki enzim serupa bernama bromelain.

Tugas enzim ini adalah memecah struktur protein pada daging," ungkap Prof Pur.

Efektivitas bromelain dan papain juga diperkuat oleh hasil studi berjudul "Plant proteases as meat tenderizers" dalam Journal of Food Science and Technology.

>>> Kemenhaj Siagakan 751 Petugas di Mina untuk Kawal Jemaah Haji Indonesia

Jurnal tersebut mencatat bahwa enzim bertindak sebagai pemutus hidrolitik pada kolagen serta protein miofibrilar otot hewan sebelum proses memasak dimulai.

Perhatikan Takaran dan Durasi

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk memperhatikan takaran dan durasi perendaman daging secara saksama. Penggunaan bahan yang berlebihan berisiko merusak struktur alami daging atau memicu munculnya rasa pahit.

"Harus menimbang-nimbang dan menyesuaikan penggunaannya.

Karena pepaya atau nanas itu memiliki rasa khas tersendiri, jadi takarannya harus pas supaya tidak pahit," tutup Prof Pur.

>>> Ketahui Batas Waktu Simpan Daging Kurban Rebus Agar Bebas Bakteri

Langkah pengelolaan yang tepat ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan daging tanpa khawatir terhadap gangguan kesehatan seperti kolesterol dan asam urat.