OJK Pacu Reformasi Struktural Pasar Modal Respons Rebalancing Indeks MSCI
Lima Fokus Utama Penguatan Ekosistem Pasar Modal
OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) saat ini tengah mematangkan lima fokus utama untuk memperkuat ekosistem pasar modal domestik.
Pertama, peningkatan likuiditas pasar melalui simplifikasi prosedur aksi korporasi untuk pemenuhan free float secara fleksibel.
Langkah ini dibarengi penyusunan strategi voluntary maupun forced listing yang tetap mengutamakan perlindungan investor.
>>> IHSG Anjlok 8,35% dalam Sepekan, Dipicu Aksi Jual Asing dan Rebalancing MSCI
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyediakan hotdesk information serta pendampingan khusus bagi emiten.
Kedua, penguatan kualitas emiten dan tata kelola (governance).
OJK memperketat persyaratan pencatatan di seluruh papan perdagangan, mulai dari papan utama, pengembangan, akselerasi, pemantauan khusus, hingga papan ekonomi baru.
Ketiga, peningkatan market accessibility dan transparency dengan menyediakan halaman khusus di situs resmi BEI terkait data free float, transparansi kepemilikan, serta konsentrasi saham.
OJK juga mengkaji penyediaan data dividen tambahan dan memperkuat keterbukaan informasi bilingual dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Keempat, penguatan struktur serta efisiensi pasar melalui evaluasi total mekanisme transaksi di pasar reguler dan negosiasi.
Kebijakan ini bertujuan memitigasi risiko asymmetric information serta transaksi terkoordinasi.
Kelima, penegakan hukum dan manajemen risiko.
OJK memperkuat sistem pengawasan melalui peningkatan kualitas data investor, flag risiko emiten, hingga pemantauan beneficial owner untuk deteksi dini risiko pasar.
"Reformasi ini tidak dapat berjalan secara optimal tanpa dukungan dari seluruh stakeholder, terutama para emiten.
Emiten dengan tata kelola yang baik dan kinerja yang transparan adalah pilar utama dari kredibilitas pasar modal kita," tutur Made.
>>> BTS Rancang 13 Motif Rahasia Kue OREO untuk ARRAY, Ini Detail Kolaborasinya
OJK bersama SRO menegaskan akan terus membangun komunikasi dan engagement konstruktif dengan global index provider, investor institusi, serta pelaku pasar agar arah reformasi ini berjalan selaras dengan global best practices.
Update Terbaru
Julian Alvarez Beri Sinyal Ingin Tinggalkan Atletico Madrid
Rabu / 27-05-2026, 16:20 WIB
PT Mobil Anak Bangsa Rakit Mobil Listrik Mikro Solarky Sun V Berpanel Surya
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
OPPO Luncurkan Enco Clip2 dan Watch X3 untuk Pasar Indonesia
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Samsung Patenkan Dua Konsep HP Layar Gulung dan Sliding Terbaru
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Perguruan Tinggi Dituntut Sesuaikan Metode Pembelajaran untuk 2030
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Huawei Indonesia Salurkan 75 Hewan Qurban ke 15 Masjid
Rabu / 27-05-2026, 16:19 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Baby Driver 25 Mei 2026
Rabu / 27-05-2026, 16:18 WIB
Ssharad Sharaan dan Viva Westi Sutradarai Film Suamiku Lukaku
Rabu / 27-05-2026, 16:18 WIB
Gernot Rohr Akui Gagal Rayu Michael Olise Perkuat Timnas Nigeria
Rabu / 27-05-2026, 16:18 WIB
Cara Klaim Kode Redeem FF ShopeePay Diamond Gratis April 2026
Rabu / 27-05-2026, 16:17 WIB
Santos Tundukkan Deportivo Cuenca Tiga Gol Tanpa Balas di Brasil
Rabu / 27-05-2026, 16:15 WIB
Joe Mazzulla Resmi Raih NBA Coach of the Year 2025-2026
Rabu / 27-05-2026, 16:15 WIB
60 Kata Romantis Sepak Bola dan Cinta untuk Pasangan Pencinta Bola
Rabu / 27-05-2026, 16:14 WIB
Kisah Nada Zahrah, Remaja 19 Tahun Bangun Kedai Rumahan demi Bantu Keluarga
Rabu / 27-05-2026, 16:14 WIB






