Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 33 persen dari rekor tertinggi intraday pada Januari 2026.

CEO Investor Trust Primus Dorimulu menekankan pentingnya transparansi dan reformasi tata kelola di pasar modal.

>>> Transfer Dana ke BCA: Kode Virtual Account, Limit, dan Biaya Admin Terbaru 2026

Dalam acara The Best Investortrust Companies 2026 di Jakarta, Selasa (26/5/2026), Primus menyatakan kepemimpinan sejati adalah kemampuan perusahaan menciptakan nilai berkelanjutan.

Ia juga menyoroti integritas tata kelola dan kepercayaan investor sebagai kunci.

Faktor Makro dan Fiskal

Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen, tertinggi di G20. Sektor investasi tumbuh 5,96 persen, dan belanja pemerintah naik 1,8 persen.

Namun, lonjakan belanja tanpa diimbangi kenaikan penerimaan memicu kekhawatiran disiplin fiskal. Moody's dan Fitch mengubah outlook Indonesia menjadi negatif, sementara S&P mempertahankan rating BBB dengan outlook stabil.

Primus menegaskan fundamental ekonomi masih dipercaya, namun kredibilitas kebijakan dan reformasi tata kelola akan menjadi ujian utama.

Tekanan di Bursa

Pada perdagangan Selasa (26/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,74 persen ke posisi 6.160.

>>> Penjualan VKTR Melonjak 58 Persen di Kuartal I 2026

Dari rekor tertinggi 9.174 pada 20 Januari 2026, IHSG telah merosot hampir 33 persen.

Investor asing tercatat melakukan net sale sekitar Rp 50 triliun sejak awal 2026. Primus menyebut situasi ini sangat serius.

Pembenahan tata kelola perusahaan tercatat menjadi mendesak. Transparansi yang lebih baik akan membantu emiten mendapatkan valuasi optimal dari investor global.

Bursa saham domestik masih memiliki masalah struktural seperti free float, likuiditas, transparansi, dan struktur kepemilikan. Hal ini mempengaruhi peluang masuk indeks global seperti FTSE dan MSCI.

Di sisi lain, jumlah investor pasar modal mencapai 27,4 juta, didominasi milenial dan Gen Z. Mereka menjadi penopang baru di tengah fluktuasi global.

>>> Cara Cek NISN Siswa dengan Nama Melalui HP Terbaru 2026

Primus menekankan pentingnya arah kebijakan ekonomi yang rasional dan stabilitas rupiah. Pasar tidak menyukai ketidakpastian, sehingga kejelasan regulasi sangat diharapkan.