Tokopedia meluncurkan layanan telemedicine bernama TokoClinic melalui Tokopedia Farma. Layanan ini bertujuan memperluas akses kesehatan digital dan menyediakan transaksi obat online yang aman.

Integrasi sistem resep digital dihadirkan untuk menekan risiko peredaran obat ilegal di platform daring.

>>> Dinkes Gorontalo: Tes Viral Load Kunci Sukses Pengobatan HIV

Masyarakat kini dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi, menebus resep digital, serta membeli produk farmasi dari lebih 3.000 mitra apotek berlisensi melalui satu aplikasi.

Layanan ini menjadi solusi untuk memangkas hambatan geografis bagi pasien di wilayah kepulauan. Langkah ekspansi tersebut diambil seiring tingginya urgensi pengawasan obat di ruang digital.

Sepanjang tahun 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal di berbagai platform digital.

Sistem resep digital terverifikasi dalam layanan ini memungkinkan dokter menerbitkan resep langsung setelah sesi konsultasi daring selesai.

Mekanisme tersebut memastikan distribusi obat daring berjalan sesuai regulasi medis dan meminimalkan praktik swamedikasi tanpa pengawasan.

>>> Menteri PKP Pastikan Rusun Subsidi Meikarta Sesuai Jadwal

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menjelaskan bahwa integrasi dokter, resep digital, dan pembelian obat ditujukan untuk membangun pengalaman belanja yang bertanggung jawab.

"Melalui TokoClinic, kami ingin memastikan pengalaman membeli obat online tidak hanya praktis, tetapi jauh lebih aman dan bertanggung jawab," ujar Stephanie Susilo.

Inovasi ini juga merespons potensi ekonomi sektor farmasi digital Indonesia yang terus membesar. Industri farmasi nasional diproyeksikan memiliki potensi pasar mencapai Rp225 triliun pada tahun 2030.

Menurut Mahesa Paranadipa Maikel, layanan telemedicine memegang peranan penting bagi pasien non-darurat yang memerlukan efisiensi akses medis tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan secara langsung.

Layanan digital ini dinilai harus tetap memprioritaskan keselamatan pasien serta hak dalam menentukan pengobatan.

>>> Inflasi Medis Melonjak, Allianz Imbau Masyarakat Evaluasi Polis

Kehadiran ekosistem baru ini selaras dengan agenda transformasi digital kesehatan pemerintah dalam menyediakan akses layanan yang terjangkau dan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi.