Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa pemeriksaan Viral Load merupakan faktor penentu utama dalam keberhasilan pengobatan Orang dengan HIV (ODHIV).

Tes ini menjadi standar emas untuk memantau sejauh mana terapi Antiretroviral (ARV) mampu menekan perkembangan virus di dalam tubuh.

>>> Gangguan Logistik Selat Hormuz Pangkas Ekspor Perhiasan Nasional

Langkah monitoring ketat terhadap jumlah virus dalam darah ini sejalan dengan target global.

Penekanan jumlah virus menjadi kunci utama dalam mencegah penularan di tingkat masyarakat sekaligus mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.

Viral Load sendiri merupakan tes laboratorium yang berfungsi mengukur jumlah salinan RNA HIV dalam satu mililiter darah.

Tujuan utama dari pengobatan ARV adalah menurunkan jumlah virus tersebut hingga mencapai tingkat yang tidak terdeteksi.

Pihak Dinas Kesehatan Gorontalo menjelaskan bahwa pemantauan kondisi pasien melalui gejala klinis atau jumlah sel CD4 tidak seakurat tes Viral Load.

Tanpa pemeriksaan ini, dokter akan kesulitan mendeteksi kegagalan pengobatan sejak dini.

Pemeriksaan Viral Load secara rutin memiliki beberapa manfaat utama bagi keselamatan pasien.

Tes ini berfungsi mengevaluasi kepatuhan konsumsi obat, mencegah resistensi virus terhadap jenis ARV tertentu, serta meningkatkan harapan hidup pasien melalui pemulihan sistem imun.

Mewujudkan Konsep U=U

Dinas Kesehatan Gorontalo terus mendorong para penderita untuk mencapai status tidak terdeteksi.

Berdasarkan riset kesehatan internasional, pasien dengan jumlah virus yang tidak terdeteksi dalam darahnya tidak akan menularkan virus tersebut kepada pasangan seksualnya.

>>> KBRI Kuala Lumpur Identifikasi 16 WNI Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Perairan Perak

"Kami ingin menghapus stigma.

Jika ODHIV patuh minum obat dan Viral Load-nya tidak terdeteksi, mereka bisa hidup normal, bekerja, dan berkeluarga tanpa rasa takut menularkan virus.