Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni lalu terus bertambah.

Per Jumat (10/7), tercatat 4.118 orang meninggal dunia dan 16.740 lainnya luka-luka.

>>> Biodata dan Profil Isabel Haugseng Johansen: Sosok Viral di Piala Dunia 2026, Mantan Pesepak Bola yang Curi Hati Erling Haaland

Data tersebut dilaporkan oleh AFP. Selain korban tewas dan luka, ribuan warga masih dinyatakan hilang.

Tim penyelamat resmi telah menghentikan pencarian korban selamat. Namun, warga setempat terus berupaya mencari anggota keluarga mereka yang hilang di antara reruntuhan.

Dampak dan Respons Pemerintah

Gempa bumi ini memperparah krisis ekonomi yang sudah berkepanjangan di Venezuela. Presiden sementara Delcy Rodriguez mendesak agar aset-aset beku Venezuela di luar negeri dilepaskan untuk mendanai pemulihan pasca-bencana.

>>> Google Ubah 2.000 HP Pixel Bekas Jadi Pusat Data Cloud

Pada Rabu (8/7), Rodriguez juga meminta Raja Charles III untuk menyerahkan sekitar 30 ton emas Venezuela yang dibekukan akibat sanksi Inggris.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan permohonan darurat senilai hampir US$300 juta (sekitar Rp5,4 triliun) untuk bantuan gempa di Venezuela.

Dua gempa dahsyat terjadi pada 24 Juni lalu.

>>> Jorge Jesus Janji Panggil Ronaldo ke Timnas Portugal dengan Syarat

Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,5, disusul gempa kedua magnitudo 7,2 yang terjadi hanya beberapa detik kemudian.