Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000 hingga 6.200 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.

Prediksi ini disampaikan oleh Phintraco Sekuritas dalam ulasan terbaru mereka.

>>> Indeks Potensi Radikalisme di Kalimantan Selatan Melonjak ke 13,2 pada 2025

Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 1,23% ke level 6.130,1.

Indeks sempat menguat di awal sesi, namun tekanan jual menjelang libur dan rebalancing MSCI menjadi pemicu pelemahan.

Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Rupiah melemah 0,29% ke Rp 17.795 per dolar AS, meskipun indeks dolar AS ikut melemah.

Selain itu, serangan terbaru AS di Iran selatan yang menargetkan lokasi rudal dan kapal Iran menambah sentimen negatif di pasar.

Di sisi lain, harga minyak mentah justru turun lebih dari 3% pada Selasa.

>>> Rekomendasi Sektor Batu Bara Turun, AADI dan ITMG Paling Terdampak

Sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 3,38%, sementara sektor infrastruktur mencatat penguatan tertinggi sebesar 0,18%.

Secara teknikal, Stochastic RSI menunjukkan sinyal reversal ke arah pivot dan penyempitan histogram negatif MACD berlanjut.

Hal ini mendukung perkiraan bahwa IHSG akan bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada Jumat mendatang.

Sementara itu, MNC Sekuritas memprediksi area koreksi IHSG selanjutnya dapat menguji level 5.899 yang merupakan area support.

>>> Kaltim Raih Penghargaan Nasional atas Kolaborasi dengan Sekolah Swasta

MNC Sekuritas merekomendasikan saham BBTN, BREN, BRPT, dan EMAS untuk trading pada Jumat, 29 Mei 2026.