Negara-negara anggota ASEAN didorong untuk memperkuat komunikasi demi menghadapi berbagai gejolak eksternal tingkat global.

Hal ini mengemuka dalam diskusi Jakarta Globe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026).

>>> Amanode Masuk Regulatory Sandbox OJK untuk Uji Likuiditas Kripto

Kawasan Asia Tenggara dinilai memiliki karakteristik ekonomi tersendiri. Kerja sama tetap diperlukan dalam menjawab tantangan global.

Pentingnya Komunikasi Antarnegara

Mantan Duta Besar Indonesia untuk WTO 2014-2015, Iman Pambagyo, menjelaskan bahwa komunikasi antarnegara sangat krusial. Hal ini terutama di tengah situasi ketidakpastian global saat ini.

“Termasuk tekanan tarif dari Washington DC. Penting bagi negara-negara di ASEAN untuk saling berbicara satu sama lain,” kata Iman Pambagyo.

Kombinasi keragaman ekonomi di Asia Tenggara mencakup negara maju hingga berkembang. Kondisi ini disebut menyerupai miniatur World Trade Organization (WTO).

“Kita bisa, kita seharusnya memiliki komunikasi yang lebih baik satu sama lain ketika ASEAN dihadapkan oleh perang dagang dan terbaginya rantai pasok global,” ungkap Iman Pambagyo.

>>> BMKG Prakirakan Cuaca Bandung Besok: Hujan Ringan dan UV Ekstrem

Keselarasan dalam pendekatan politik dan militer sejauh ini menjadi faktor utama yang memajukan perekonomian kawasan. ASEAN diyakini mampu menarik perhatian aktor penting global.

Kompetisi dan Integrasi Kawasan

Sekretaris Jenderal International Economic Association, Lili Yan Ing, memandang kompetisi antarnegara ASEAN sebagai hal positif. Hal ini mengingat adanya kemiripan produk yang dihasilkan.

Integrasi kawasan dapat ditingkatkan melalui harmonisasi standar. Penyederhanaan aturan asal dan peningkatan perjanjian perdagangan bersama juga diperlukan.

Penguatan kerja sama investasi menjadi langkah penting lainnya.

>>> Xiaomi Siapkan Redmi K90 Ultra dengan Pengisian Daya Cepat 100W

“Begitu juga mengurangi batas-batas investasi seperti lisensi, izin, untuk kita bisa meningkatkan perdagangan intra-ASEAN serta investasi,” pungkas Lili Yan Ing.