Pola serupa terjadi pada Veda Ega Pratama, pembalap kelahiran 23 September 2008. Perkembangannya tidak lepas dari bimbingan sang ayah, Sudarmono, yang merupakan juara nasional Indoprix 2012.

Bimbingan intensif membentuk fondasi teknik balap dan kemampuan adaptasi Veda. Hal ini memudahkannya masuk ke program Astra Honda Racing School (AHRS) hingga menembus kompetisi Asia.

Meski banyak talenta dari Yogyakarta, PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan seleksi pembalap tetap berdasarkan performa individu.

Senior Manager Motorsport Department AHM, Anggono Iriawan, menyatakan pemilihan didasarkan pada kompetensi dalam sistem perjenjangan perusahaan.

"Sebelumnya kan ada Gerry Salim dan Mario Aji dari Jawa Timur, lalu ada Andi Gilang dari Sulawesi. Kami memilih berdasarkan kemampuan pembalap di perjenjangan yang kami miliki.

>>> Kumpulan Quotes Idul Adha 2026: Estetik, Menyentuh, dan Personal

Dimulai dari Astra Honda Racing School (AHRS)," kata Anggono.