Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for Methane Mitigation (AKCMM) di Jakarta.

Proyek ini bertujuan memperkuat pengendalian emisi metana dari sektor sampah.

>>> Centratama Telekomunikasi Indonesia Rombak Manajemen, Tunjuk CEO Baru

Indonesia menjadi negara Asia Tenggara ketiga yang mengimplementasikan program regional tersebut setelah Malaysia dan Filipina.

Limbah Organik Dominasi Sampah TPA

Penanganan limbah organik menjadi prioritas nasional karena material organik mendominasi hingga 63 persen komposisi sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Indonesia.

Penumpukan sampah organik berkontribusi besar terhadap peningkatan emisi metana nasional yang diperkirakan menembus 21 juta ton CO₂e.

Proyek AKCMM berjalan di bawah skema Partnership for ASEAN-ROK Methane Action (PARMA) dengan pendanaan USD20 juta dari ASEAN-Korea Cooperation Fund (AKCF).

Program kerja sama ini dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun dan didukung oleh Pemerintah Republik Korea serta Global Green Growth Institute (GGGI).

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menyatakan pengelolaan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan pilar krusial dalam aksi iklim.

Melalui proyek AKCMM, Indonesia berkomitmen menghubungkan solusi praktis di lapangan dengan target penurunan emisi metana yang ambisius.

>>> 7 Inspirasi Nail Art Nuansa Nude untuk Clean Girl Aesthetic

Upaya menekan emisi metana dinilai sebagai instrumen penting dalam memperlambat efek pemanasan global secara cepat.

Pemerintah Republik Korea berkomitmen memberikan dukungan nyata melalui bantuan teknis dan finansial kepada negara-negara ASEAN.

Duta Besar Misi Republik Korea untuk ASEAN, LEE Chul, mengatakan mitigasi metana adalah upaya strategis memperlambat pemanasan global dan proyek AKCMM mencerminkan solidaritas Korea-ASEAN.

Program mitigasi ini dirancang sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon di Asia Tenggara.

Country Representative GGGI Indonesia, Rowan Fraser, menjelaskan dengan memperbaiki sistem pengukuran emisi dan merancang skema pembiayaan yang tepat, dampak gas rumah kaca dapat dikurangi sekaligus menciptakan efisiensi ekonomi dalam pengelolaan sampah.

Pelaksanaan proyek AKCMM selanjutnya akan dikoordinasikan melalui Forum Kerja Nasional (FKN).

>>> Presiden Prabowo Subianto Kunjungan Kerja ke Prancis, Salat Idul Adha di Luar Negeri

Fokus utama meliputi penguatan regulasi, sistem pemantauan emisi, penyusunan proyek yang layak secara finansial, penguatan dialog regional, serta pemenuhan target RPJMN 2025–2029.