Harga emas dunia mengalami pelemahan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru ke wilayah Iran. Langkah militer itu memicu lonjakan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi global.

Emas spot tercatat turun 0,69 persen menjadi US$ 4.538,26 per ons troi pada perdagangan Selasa pagi.

>>> IHSG 26 Mei 2026 Dibuka Menguat, Saham Prajogo Pangestu Melonjak

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga terpangkas 0,73 persen ke US$ 4.571,4 per ons troi.

Serangan AS dan Dampak Pasar

Pasukan AS menyasar sejumlah titik di selatan Iran pada Senin.

Operasi militer yang disebut Washington sebagai langkah defensif itu menargetkan kapal yang diduga hendak memasang ranjau dan lokasi peluncuran rudal.

Di tengah konflik, proses diplomasi masih berlangsung di Doha melalui pertemuan antara negosiator utama dan Menteri Luar Negeri Iran dengan Perdana Menteri Qatar.

Namun, baik Washington maupun Teheran meredam ekspektasi penyelesaian damai dalam waktu dekat.

>>> Sule Bantah Tudingan Lempar Skrip ke Wajah Kru TV

Aksi militer di Timur Tengah langsung mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia hampir 2 persen di sesi Asia.

Lonjakan energi memperbesar kekhawatiran inflasi global yang memaksa bank sentral menahan suku bunga tinggi.

Proyeksi pasar melalui CME FedWatch Tool menunjukkan peluang 54 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun 2026.

Suku bunga tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas karena statusnya sebagai aset tanpa imbal hasil.

Pelemahan harga juga merembet ke logam mulia lainnya.

>>> Kurs Rupiah 26 Mei 2026 Melemah Tipis ke Rp17.749 per Dolar AS

Harga perak spot anjlok 1,77 persen ke US$ 76,69 per ons, platinum terkoreksi 0,48 persen ke US$ 1.956,73, dan paladium melemah 0,73 persen menjadi US$ 1.384,83 per ons.