Jumlah kasus baru HIV di Singapura kembali naik sepanjang 2025.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan 166 kasus baru pada warga negara dan penduduk tetap, meningkat dibandingkan 151 kasus pada 2024.

>>> Gelar "Pak Haji" di Indonesia Ternyata Warisan Kolonial Belanda

Meskipun naik tipis, tren jangka panjang menunjukkan penurunan.

Pada 2009–2019, kasus baru berkisar 300–500 per tahun, lalu turun menjadi 200–270 pada 2020–2023, dan di bawah 200 sejak 2024.

Mayoritas Terdeteksi Stadium Lanjut

Lebih dari separuh kasus baru pada 2025 ditemukan dalam kondisi stadium lanjut.

Sebanyak 92 orang (55,4%) sudah berada pada tahap lanjut saat pertama kali didiagnosis, meningkat dari 51,7% pada 2024.

Sebagian besar kasus baru terdeteksi saat pasien menjalani perawatan medis untuk kondisi lain.

CDA mencatat 65,1% kasus ditemukan melalui layanan kesehatan rutin, dan mayoritas di antaranya sudah stadium lanjut.

Sementara itu, 15,1% kasus ditemukan melalui skrining HIV rutin, dan 11,4% dari tes mandiri. Kasus dari tes mandiri umumnya masih pada tahap awal infeksi.

Penularan Seksual Mendominasi

Hubungan seksual masih menjadi jalur utama penularan, mencapai 97% dari total kasus baru pada 2025.

>>> Bapenda Jabar Luncurkan Layanan Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp

Dari jumlah tersebut, 32,5% berasal dari transmisi heteroseksual, 56,6% pada laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, dan 7,8% pada pria biseksual.

Menteri Negara untuk Kesehatan Singapura, Rahayu Mahzam, mengatakan kenaikan ini menjadi pengingat bahwa upaya penanganan HIV belum boleh kendor.

"Ini berarti kita tidak boleh cepat puas," ujarnya dalam kongres infeksi menular seksual pada 23 Mei 2026.

Target 95-95-95 dan Perluasan Akses

Singapura menggunakan target UNAIDS 95-95-95.

Hingga saat ini, hampir 90% orang dengan HIV mengetahui statusnya, 96% pasien yang didiagnosis menjalani pengobatan, dan hampir 94% pasien yang menjalani terapi mencapai viral suppression.

CDA merekomendasikan seluruh orang dewasa di Singapura menjalani tes HIV setidaknya sekali seumur hidup. Mereka yang berisiko dianjurkan tes rutin setiap tiga hingga enam bulan.

Sejak 2025, alat tes HIV mandiri dijual bebas di apotek.

>>> Tak Perlu ke Bali, Trans Luxury Hotel Surabaya Punya Beach Club Keren!

Mulai 1 Juni 2026, batas penarikan dana MediSave untuk pengobatan HIV dinaikkan dari S$550 menjadi S$850 per bulan untuk memperluas akses terapi antiretroviral.