Gubernur North Carolina Josh Stein menandatangani anggaran negara bagian senilai US$34,4 miliar yang mengalihkan dana program Interest on Lawyers' Trust Accounts (IOLTA) dari bantuan hukum perdata ke layanan pembelaan pidana bagi masyarakat tidak mampu.

Langkah ini menjadikan North Carolina satu-satunya negara bagian di Amerika Serikat yang melakukan pengalihan tersebut.

>>> Jordan Belfort Lunasi Kewajiban Restitusi Pengadilan Setelah Lebih dari 20 Tahun

Pengalihan dana terjadi setelah pembekuan selama setahun atas dana perwalian berusia 40 tahun itu oleh anggota parlemen Partai Republik.

Mereka khawatir tentang keselarasan politik penerima hibah di masa lalu.

Akibat pembekuan, layanan hukum berkurang dan kantor-kantor bantuan hukum tutup di berbagai wilayah, merugikan populasi rentan.

Ketentuan Baru dalam Anggaran

Berdasarkan anggaran baru, hingga US$15 juta per tahun fiskal dari pendapatan IOLTA yang diterima setelah 1 Juli 2025 akan dialokasikan untuk Dana Pengacara yang Ditunjuk Swasta (Private Assigned Counsel Fund) bagi terdakwa pidana berpendapatan rendah.

Sementara itu, hibah bantuan hukum perdata dibatasi maksimal US$2 juta per tahun dari cadangan lama, dengan larangan ketat untuk imigrasi, perawatan afirmasi gender, dan advokasi kebijakan.

Anggaran juga merombak Dewan Pengawas IOLTA, mengalihkan kewenangan pengangkatan mayoritas dari Dewan Pengacara Negara Bagian kepada penunjukan politik oleh pimpinan Majelis Umum dan ketua Mahkamah Agung negara bagian.

Kritik dari Berbagai Pihak

Gubernur Stein mengakui adanya kelemahan kebijakan saat mengumumkan penandatanganan anggaran di Kediaman Eksekutif North Carolina. "Saya tidak akan menutup-nutupi kekurangan anggaran ini," ujarnya.

Ia menekankan dampak negatif terhadap warga miskin yang membutuhkan perwakilan hukum perdata. "Ini secara kejam menghukum orang-orang berpendapatan rendah yang membutuhkan akses keadilan," kata Stein.