Sejumlah pengguna BBM bersubsidi mengeluhkan QR Code atau barcode MyPertamina yang hilang mendadak saat akan mengisi di SPBU.

Akibatnya, pemilik kendaraan yang sudah terdaftar di program Subsidi Tepat tidak bisa langsung mengisi bahan bakar.

>>> Kemenhub Intensifkan Ramp Check Bus Jelang Libur Idul Adha 1447 H

Penyebab Teknis dari Pertamina

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, mengonfirmasi adanya beberapa faktor pemicu. Salah satunya adalah cleansing system berkala karena data yang kurang lengkap atau sempurna.

Proses pembersihan data berjalan bersamaan dengan pemeliharaan sistem digital. Pertamina juga melakukan verifikasi data rutin setiap awal bulan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

Lonjakan jumlah pendaftar baru turut memengaruhi performa sistem. Namun, saat ini kondisi tersebut diklaim sudah kembali normal.

Solusi Verifikasi Ulang

Konsumen yang kehilangan barcode bisa menghubungi Call Center 135 untuk verifikasi ulang data. Proses pembuatan ulang memerlukan dokumen pendukung yang valid.

Dokumen yang wajib disiapkan meliputi foto KTP terbaca jelas, foto STNK depan dan belakang, serta foto kendaraan dari sisi samping yang memperlihatkan nomor polisi.

>>> Honda Tahan Harga Mobil di Tengah Pelemahan Rupiah

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs subsiditepat. mypertamina.

id.

Pengguna perlu mengaktivasi akun baru dengan data diri seperti nama, NIK, nomor telepon, email, dan kata sandi.

Setelah itu, verifikasi data diri dengan mengunggah foto KTP dan memasukkan kode OTP.

Langkah terakhir adalah verifikasi data kendaraan pada menu BBM, memilih Unit Subsidi, lalu menambah unit dengan mengunggah STNK dan foto fisik kendaraan.

>>> Kalista Identifikasi Enam Tantangan Adopsi Kendaraan Komersial Listrik

Pengguna membuat PIN klaim dan mengirimkan data, dengan proses verifikasi maksimal 14 hari kerja hingga QR Code baru diterbitkan.