PT Honda Prospect Motor (HPM) memastikan belum memiliki rencana menaikkan harga jual mobil dalam waktu dekat.

Keputusan ini diambil di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Kalista Identifikasi Enam Tantangan Adopsi Kendaraan Komersial Listrik

Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, menjelaskan bahwa tingginya tingkat kandungan lokal di pabrik Karawang menjadi faktor utama.

Hal ini membuat perusahaan mampu menahan gejolak ekonomi akibat pelemahan rupiah.

"Tentunya pelemahan rupiah sekarang ini memberi tekanan bagi kami yang melakukan importasi.

Namun, sebagian besar produksi di pabrik Karawang sudah memiliki tingkat kandungan dalam negeri yang sangat tinggi," ungkap Billy di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

>>> 10 Jenis Pelanggaran yang Menjadi Sasaran Tilang Elektronik

Langkah penahanan harga ini diambil untuk menyikapi situasi pasar yang dinamis. Manajemen Honda terus memantau perkembangan fluktuasi nilai tukar dan kondisi konsumen di Indonesia.

"Sampai sekarang kami belum ada rencana menaikkan harga jual mobil, termasuk produk ini (Prelude). Kami terus memonitor perkembangannya," sambung Billy.

Meski stabilitas harga saat ini terjaga, penyesuaian harga di masa depan tetap berpotensi terjadi. Faktor di luar kurs, seperti kebijakan perpajakan tahunan, turut memengaruhi formulasi harga kendaraan.

"Ada tiga faktor perpajakan. BBN setiap tahun naik, ini juga bisa menyebabkan mobil naik harganya," lanjut Billy.

>>> Chery Rilis SUV Listrik iCar V23 Seharga Rp 389,9 Juta

Kondisi ekonomi global yang dinamis membuat mayoritas agen pemegang merek bersikap hati-hati. Kenaikan harga jual dihindari karena dikhawatirkan mengganggu pemulihan daya beli masyarakat.