Distributor ritel elektronik PT Erajaya Swasembada Tbk berupaya menjaga stabilitas harga produk Apple di Indonesia.

Langkah ini diambil setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah hingga Rp17 ribuan.

>>> iBox Resmi Jual MacBook Neo di Indonesia Mulai Rp9,9 Juta

Penahanan harga dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Perusahaan juga mengantisipasi dampak langsung pada rantai distribusi global yang menggunakan acuan mata uang asing.

Pelemahan rupiah memicu kekhawatiran karena mayoritas komponen dan perangkat teknologi di pasar domestik masih mengandalkan impor. Transaksi internasional berbasis dolar menjadi tantangan tersendiri.

Manajemen ritel menegaskan bahwa penyesuaian harga perangkat premium tidak akan terjadi seketika. Perusahaan masih mengandalkan stok barang yang didatangkan dengan nilai kurs sebelumnya.

CEO Erajaya Digital, Joy Wahjudi, memberikan konfirmasi mengenai dinamika industri ritel elektronik.

>>> Vistatab 30 GT dan 30 Pro: Tablet Praktis untuk Hiburan hingga Produktivitas

"Harga juga biasanya standar, kalau diperhatikan barang Apple, kalau dollar naik dan harga menyesuaikan sebulan atau dua bulan setelahnya jadi gak bisa langsung, kita upayakan juga stabil mungkin," ujarnya.

Penundaan kenaikan harga ini menjadi angin segar bagi konsumen profesional muda. Pengguna ekosistem teknologi di Indonesia memiliki ketergantungan tinggi pada gawai premium.

Potensi penyesuaian harga secara bertahap diprediksi tidak hanya menyasar produk Apple.

>>> Aturan Baru Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Bisa Tekan Hoaks dan Akun Anonim

iPhone, iPad, MacBook, dan Apple Watch bisa terdampak, begitu pula gawai Android, laptop, serta perangkat gim jika pelemahan rupiah berlangsung jangka panjang.