Pemerintah Indonesia tengah mengkaji aturan yang mewajibkan pengguna media sosial mencantumkan nomor ponsel saat registrasi akun. Langkah ini bertujuan memperjelas identitas pengguna di ruang digital.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, aturan ini efektif menekan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan aktivitas akun anonim.

>>> Samsung Kembangkan HP Layar Gulung Futuristik, Alternatif MacBook Neo Hadir

“Dengan adanya identitas yang lebih jelas maka tidak ada lagi akun robot atau akun anonim yang dimanfaatkan untuk menyebarkan konten negatif, kebohongan, dan provokasi di media sosial,” ujar Oleh Soleh, Sabtu (23/5/2026).

Ia menambahkan bahwa pencantuman nomor ponsel membuat setiap pemilik akun bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan. Kebijakan ini juga diharapkan mengurangi modus penipuan digital yang marak terjadi.

Meski demikian, Oleh Soleh mengingatkan agar regulasi dirumuskan secara matang. Perlindungan data pribadi dan kebebasan berekspresi harus tetap dijaga.

“Regulasi yang tepat akan membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat, edukatif, dan produktif bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

>>> Apple Resmi Pasarkan MacBook Air M5 di Indonesia, Harga Mulai Rp 20,4 Juta

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelumnya mengungkapkan bahwa aturan ini masih dalam tahap konsultasi publik. Saat ini, pencantuman nomor ponsel bersifat opsional.

“Ini yang sedang kita godok dengan konsultasi publik tentunya agar bagaimana orang ketika masuk ke sosial media wajib menaruh nomor teleponnya sehingga identitasnya jelas,” kata Meutya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta.

Dengan aturan baru, pengguna diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap konten yang diunggah. “Mereka menjadi akuntabel atau bertanggung jawab terhadap tulisan-tulisan yang ditayangkan,” ujar Meutya.

Kementerian Komunikasi dan Digital juga berencana memperkuat sistem identitas digital terverifikasi melalui Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE).

>>> 5 Merek HP dengan Jaminan Update Software Terlama di Indonesia

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menghadapi ancaman misinformasi, disinformasi, dan penyalahgunaan deepfake.