Yamaha mendapatkan desakan kuat untuk segera meningkatkan tenaga mesin V4 pada motor YZR-M1.

Langkah ekstrem ini diminta tetap dilakukan meskipun membawa risiko besar membuat mesin mengalami kerusakan di lintasan.

>>> VfB Stuttgart Tantang FC Bayern Munchen di Final DFB-Pokal 2026

Para pembalap Yamaha dilaporkan kesulitan bersaing di sirkuit dengan lintasan lurus panjang. Kondisi ini terlihat dalam balapan di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, sebelum jeda kompetisi.

Musim MotoGP 2026 menjadi awal penggunaan mesin V4 oleh Yamaha. Pabrikan Jepang ini resmi meninggalkan konsep mesin empat silinder segaris pada akhir tahun lalu.

Pihak internal tim telah memperingatkan bahwa pengembangan ekosistem baru memerlukan waktu panjang. Proses pembenahan performa motor diakui bakal berjalan menyakitkan.

Analisis Neil Hodgson

Mantan pembalap Neil Hodgson mengungkapkan bahwa Yamaha belum mengoperasikan mesin V4 dengan tenaga penuh. Pembatasan ini dilakukan demi menjaga keandalan dan daya tahan komponen.

Pernyataan tersebut selaras dengan catatan performa Alex Rins dan Fabio Quartararo. Keduanya belum pernah mengalami gagal finis pada tiga seri pembuka musim ini.

Kedua pembalap diduga mendapat instruksi untuk selalu membawa motor hingga garis finis. Targetnya adalah mengumpulkan data teknis sebanyak mungkin dari lintasan nyata.

Hodgson menilai manajemen tim sebaiknya mengambil risiko lebih besar demi mempercepat pengembangan. "Bukankah lebih baik mereka merusak mesin saja?

Saat ini, mesin V4 mereka lebih lambat daripada mesin empat silinder segaris. Mesin empat silinder segaris mungkin rata-rata lebih lambat 5 km/jam.

Ini mendekati 10 km/jam," ujarnya dalam podcast Gas it Out.

Ia menambahkan bahwa sanksi dari penyelenggara tidak akan menghentikan partisipasi tim jika terjadi kerusakan.