Persaingan internal di tim Aprilia Racing untuk musim 2026 mulai memanas. Marco Bezzecchi berseloroh soal rencana menerapkan strategi pembatasan informasi terhadap calon rekan setimnya, Jorge Martin.

Bezzecchi mengaku siap mengadopsi taktik psikologis legendaris milik Valentino Rossi. Taktik itu adalah mendirikan dinding penyekat di dalam area garasi tim.

>>> Arne Slot Tanggapi Kritik Mohamed Salah Setelah Liverpool Tumbang

Langkah tersebut mencuat setelah Bezzecchi mencatatkan performa luar biasa sepanjang awal musim. Ia menyapu bersih kemenangan pada tiga seri grand prix pertama MotoGP 2026.

Pebalap asal Italia itu bahkan memegang rekor belum terkalahkan dalam sesi balapan hari Minggu sejak seri Portugal tahun lalu.

Total akumulasi memimpin jalannya balapan mencapai 121 lap.

Kendati demikian, posisi Bezzecchi di puncak klasemen sementara masih terus dibayangi oleh Martin. Menjelang balapan di Grand Prix Spanyol, Bezzecchi hanya unggul empat angka dari Martin.

Martin terus menempel ketat setelah meraih podium di Brasil dan Amerika Serikat, serta memenangi sesi sprint race di Austin.

Sinyal rivalitas kian menguat setelah Martin secara terbuka menyatakan niatnya untuk mempelajari metode Bezzecchi dalam menjinakkan motor RS-GP.

Menanggapi keinginan Martin, Bezzecchi memberikan tanggapan santai saat diwawancarai media Italia, Gazzetta dello Sport. "Kalau begitu, sekarang saya akan memasang tembok di garasi," ujarnya.

Namun, pebalap berusia 27 tahun tersebut segera mengklarifikasi bahwa ucapan itu hanyalah gurauan. "Tidak, tentu saja saya bercanda.

Di satu sisi, saya senang; itu berarti saya melakukan pekerjaan dengan cukup baik," katanya.

Bezzecchi juga tidak segan memberikan pujian balik kepada Martin. "Tapi, karena dia juga sangat bagus, mungkin saya juga akan menirunya," imbuhnya.