Astronom Ungkap Penyebab Kelangkaan Eksoplanet Sub-Neptunus di Katai Merah
Eksoplanet sub-Neptunus merupakan salah satu jenis planet yang paling umum di galaksi Bima Sakti.
Ukurannya lebih besar dari Bumi namun lebih kecil dari Neptunus, dengan radius sekitar dua hingga empat kali radius Bumi.
>>> ZTE Day Indonesia 2026 Dorong Kesiapan Infrastruktur Digital Berbasis AI
Para astronom menemukan anomali saat meneliti sistem bintang katai merah. Mereka mengidentifikasi wilayah unik bernama Neptunian Desert, yaitu area orbit yang sangat dekat dengan bintang induk.
Di Neptunian Desert, hampir tidak ditemukan planet seukuran sub-Neptunus. Panas dan radiasi yang terlalu ekstrem menjadi penyebabnya.
Meskipun katai merah adalah jenis bintang paling melimpah di galaksi, planet sub-Neptunus justru sangat jarang mengorbit bintang kecil ini.
Temuan ini memicu diskusi mendalam di kalangan ilmuwan.
Berdasarkan data dari Kepler Space Telescope dan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), jumlah sub-Neptunus di sekitar katai merah jauh di bawah perkiraan awal.
Penelitian terbaru menunjukkan radiasi ekstrem dari bintang induk adalah faktor utamanya.
Pada masa awal pembentukannya, bintang katai merah memiliki aktivitas magnetik yang sangat tinggi. Mereka memancarkan radiasi ultraviolet (UV) dalam jumlah masif.
Kondisi ini memicu fenomena yang disebut atmospheric mass loss atau hilangnya massa atmosfer akibat penguapan.
Planet sub-Neptunus yang awalnya memiliki lapisan gas tebal perlahan kehilangan atmosfernya karena terpapar radiasi ekstrem secara terus-menerus.
>>> Komdigi Blokir Akses Situs Polymarket karena Layani Taruhan Digital
Setelah lapisan gas tersebut lenyap, yang tersisa hanyalah inti planet berbatu yang berukuran lebih kecil. Planet tersebut tidak lagi diklasifikasikan sebagai sub-Neptunus.
Pengecualian dan Evolusi Planet
Meskipun mayoritas planet hancur, terdapat pengecualian menarik seperti planet NGTS-4b yang tetap bertahan di kawasan ekstrem tersebut. Ilmuwan menduga planet ini memiliki inti yang sangat padat.
Update Terbaru
Alvaro Arbeloa Bidik Kemenangan Perpisahan di Laga Terakhir
Jumat / 22-05-2026, 21:48 WIB
BTS Konser di Jakarta 26-27 Desember 2026, Ini Jadwal War Tiketnya
Jumat / 22-05-2026, 21:48 WIB
Sam Altman Beberkan Kelakuan Elon Musk Pamer Meme Saat Rapat OpenAI
Jumat / 22-05-2026, 21:43 WIB
Bali United Tekuk Dewa United 1-0 Berkat Gol Kadek Agung
Jumat / 22-05-2026, 21:38 WIB
Batik Air Buka Rute Langsung Jakarta-Muara Bungo Mulai 15 Juni 2026
Jumat / 22-05-2026, 21:35 WIB
Moooi Pustaka Hadirkan Terjemahan Perdana Novel Baron Bagge Karya Alexander Lernet-Holenia
Jumat / 22-05-2026, 21:33 WIB
Alvaro Arbeloa Resmi Tinggalkan Kursi Pelatih Real Madrid
Jumat / 22-05-2026, 21:23 WIB
Dewa United Targetkan Empat Besar, Hadapi Bali United di Laga Pamungkas
Jumat / 22-05-2026, 21:23 WIB
Pabrik Baterai GM-Samsung di Indiana Ditunda, 1.600 Pekerjaan Terancam
Jumat / 22-05-2026, 21:18 WIB
Realme Perkenalkan Realme 16T 5G dengan Baterai Jumbo 8.000mAh
Jumat / 22-05-2026, 21:18 WIB
Riset: Gen Z Paling Siap Pakai AI, Tapi Pelatihan Minim
Jumat / 22-05-2026, 21:18 WIB
Startup Global Hidupkan Kembali Tren HP Keyboard Fisik
Jumat / 22-05-2026, 21:13 WIB
Tiket Konser The Weeknd Jakarta Masih Tersedia Setelah Lebih 24 Jam Dijual
Jumat / 22-05-2026, 21:08 WIB
PBSI Targetkan Tim Thomas dan Uber Indonesia Lolos Fase Grup
Jumat / 22-05-2026, 20:59 WIB






