General Motors (GM) menghentikan sementara pembangunan pabrik baterai senilai $3,5 miliar di New Carlisle, Indiana, yang sebelumnya dijanjikan akan menyerap 1.600 pekerja.

Keputusan ini diambil setelah permintaan kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat menurun drastis, terutama setelah pemerintah federal mencabut insentif pajak sebesar $7.500 per unit.

>>> Pogea Racing Sajikan Restomod Porsche 964 Bertenaga 500 HP

Pabrik yang merupakan hasil kerja sama dengan Samsung SDI ini awalnya direncanakan memproduksi baterai prismatik kaya nikel dengan kapasitas awal 30 GWh, cukup untuk 300.000 EV per tahun, dan kemudian ditingkatkan menjadi 36 GWh.

Alasan Penundaan

Juru bicara GM, Kevin Kelly, menyatakan bahwa pembangunan dihentikan untuk menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan saat ini.

GM dan Samsung akan mengumumkan rencana selanjutnya di kemudian hari. GM berupaya menyelesaikan bagian eksterior pabrik secepat mungkin, namun nasib jangka panjang lokasi tersebut masih belum jelas.

>>> Joan Mir Pastikan Hengkang dari Repsol Honda Akhir Musim 2026

Penundaan ini terjadi setelah GM mencatat kerugian dan penghapusan terkait EV hingga $8,7 miliar pada tahun 2025.

Sebelumnya, GM juga menarik diri dari kemitraan dengan LG Energy Solution di pabrik baterai Michigan pada akhir 2024 dan menjual sahamnya senilai $1 miliar.

Ada kemungkinan GM sepenuhnya mundur dari usaha patungan dengan Samsung, atau kedua perusahaan tetap bekerja sama dan beralih memproduksi baterai lithium iron phosphate (LFP) yang lebih umum.

>>> Aprilia Racing Gandeng Monster Energy Jadi Sponsor Utama MotoGP 2026

Pabrik di Indiana awalnya dijadwalkan mulai memproduksi sel baterai tahun ini, tetapi kemudian ditunda hingga 2027.