Samsung kembali mencuri perhatian dengan bocoran paten terbaru yang menampilkan dua konsep ponsel layar gulung. Desain ini dinilai lebih praktis dan futuristik dibandingkan ponsel lipat saat ini.

Selama ini Samsung dikenal sebagai pemimpin pasar ponsel lipat melalui lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip.

>>> Indosat, Kemnaker, dan Wadhwani Foundation Siapkan 1 Juta Talenta AI

Namun, perusahaan asal Korea Selatan itu tampaknya terus bereksperimen mencari bentuk smartphone masa depan.

Berdasarkan dokumen paten yang ditemukan WearView dan dilaporkan Gizmochina pada Jumat (22/5/2026), Samsung mengembangkan perangkat dengan layar yang dapat meluas menggunakan mekanisme geser dan gulung.

Dua Konsep Layar Gulung Samsung

Salah satu desain menampilkan konsep smartphone yang sekilas terlihat seperti ponsel biasa. Bedanya, layar perangkat bisa diperluas secara horizontal saat ditarik, memberikan area tampilan yang jauh lebih besar.

Konsep ini cocok untuk multitasking, bermain game, atau menonton video dengan pengalaman visual lebih lega tanpa harus membawa perangkat sebesar tablet.

Samsung mencoba menggabungkan kepraktisan smartphone konvensional dengan fleksibilitas layar besar ala ponsel lipat.

>>> Xiaomi Daftarkan Seri Redmi Note 17 di Sertifikasi China, Peluncuran Lebih Cepat?

Konsep kedua tampil lebih futuristik. Dalam kondisi normal, layar perangkat sepenuhnya tersembunyi di dalam bodi smartphone.

Saat sisi perangkat ditarik, panel layar akan bergeser keluar dan memperlihatkan tampilan yang lebih luas.

Pendekatan ini memberikan perlindungan ekstra terhadap layar fleksibel dari risiko goresan maupun benturan ketika perangkat tidak digunakan.

Langkah tersebut dianggap sebagai jawaban atas kekhawatiran terbesar pengguna terhadap perangkat layar fleksibel, yakni ketahanan layar dalam pemakaian jangka panjang.

Paten tersebut juga mengungkap adanya sensor khusus yang mampu mendeteksi seberapa jauh layar diperluas serta kecepatan pergerakannya.

>>> Rupiah Anjlok, Harga Laptop Acer Naik Lebih dari 10 Persen

Teknologi ini memungkinkan antarmuka perangkat lunak menyesuaikan tampilan secara otomatis berdasarkan ukuran dan orientasi layar yang sedang digunakan.