Honda HR-V bekas menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan SUV nyaman untuk mobilitas harian. Mobil ini menawarkan ruang kabin lapang dan efisiensi bahan bakar yang baik.

Harga bekasnya yang semakin kompetitif membuatnya ramah di kantong. Namun, calon pembeli tidak boleh hanya tergiur penampilan atau harga murah.

>>> Juragan99 Trans Luncurkan Bus Premium dengan Bioskop Berjalan

Pemeriksaan menyeluruh pada mesin, transmisi, dan riwayat perawatan sangat penting. Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor di Solo, membagikan poin-poin krusial yang wajib diperhatikan.

Langkah Awal: Riwayat Servis Rutin

Langkah pertama adalah melacak kepatuhan pemilik sebelumnya dalam perawatan berkala. "Sebelum membeli HR-V bekas, yang paling penting diperhatikan riwayat servis rutin.

Usahakan ada buku servis atau record bengkel," kata Iwan.

Catatan perawatan berkala menjadi indikator utama kepedulian pemilik. Mobil yang dirawat rutin umumnya memiliki performa mesin dan komponen yang lebih awet.

Uji Transmisi CVT Saat Test Drive

Test drive wajib dilakukan untuk mengecek kualitas transmisi CVT.

"Cek kondisi transmisi CVT saat test drive harus halus, tidak ngempos, tidak jedug, dan tidak meraung," ujar Iwan.

>>> Sektor Produktif Dominasi Konsumen Daihatsu, Penjualan Tetap Stabil

Gejala tidak wajar seperti entakan mendadak, suara mendengung keras, atau tarikan tertahan menandakan kerusakan CVT. Perbaikan di sektor ini memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Deteksi Bekas Kecelakaan dan Banjir

Identifikasi potensi mobil pernah kecelakaan hebat atau terendam banjir harus dilakukan jeli. "Cek bekas tabrakan atau banjir, lihat rangka, lantai kabin, baut-baut fender, karpet," kata Iwan.

Pemeriksaan kaki-kaki dan komponen kemudi juga penting karena kerap aus akibat pemakaian harian. "Periksa kaki-kaki dan rack steer karena biaya perbaikannya lumayan kalau banyak PR," tambahnya.

Pemindaian Elektronik dan Dokumen

Pengecekan sistem komputerisasi mobil sangat direkomendasikan. "Scan ECU bila memungkinkan untuk memastikan tidak ada error tersembunyi," ucap Iwan.

Terakhir, aspek legalitas dokumen wajib diteliti. "Cocokkan nomor rangka dan mesin dengan STNK/BPKB.

>>> Pelaku Industri Alihkan Kendaraan Operasional ke Armada Listrik

Ini wajib, jangan sampai timbul masalah kemudian hari," kata Iwan.