Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh tas bermerek dan perhiasan milik Sandra Dewi yang disita dalam kasus korupsi tata niaga timah dipastikan ludes terjual dalam pelelangan barang rampasan negara.

Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI, Kuntadi, mengonfirmasi bahwa semua barang mewah tersebut habis dibeli meski belum merinci total nilai penjualan.

>>> APJII: Pengguna Internet Indonesia 2026 Tembus 235,2 Juta Jiwa

"Tas dan perhiasan alhamdulillah laku semua, laku habis," kata Kuntadi di Jakarta Selatan, Jumat (22/5).

Kuntadi menambahkan bahwa detail item akan disampaikan secara tertulis. Ia menegaskan barang yang dilelang telah selesai secara hukum sehingga aman bagi pemenang.

"Kami pastikan barang yang kami jual adalah barang yang sudah selesai permasalahannya," ujarnya.

Lonjakan Harga Tas Mewah

Beberapa tas mewah mencatat kenaikan harga signifikan.

Tas Hermes coklat dengan kode lot ZHW0S7 dibuka dengan nilai limit Rp32.333.000 dan terjual Rp76.333.000.

>>> Zoom Naikkan Target Pendapatan Tahunan Berkat Fitur AI

Tas Chanel hitam (kode lot L7ABC2) naik dari Rp28.720.000 menjadi Rp41.720.000. Sementara tas Chanel merah melonjak dari Rp55.865.000 menjadi Rp120.865.000.

BPA Kejaksaan RI mengungkapkan realisasi lelang mencapai 88 persen, melampaui target awal 75 persen.

Lelang Mobil Sport Bulan Depan

Pelelangan barang sitaan kasus korupsi belum selesai. Kejaksaan akan melanjutkan dengan menjual kendaraan mewah dan mobil sport milik Harvey Moeis.

"Mobil sport untuk next pelelangan yang tadi sudah kami pamerkan di depan itu Insyaallah bulan depan baru dilakukan lelang," kata Kuntadi.

Sandra Dewi sebelumnya terseret dalam kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015-2022 yang menjerat suaminya, Harvey Moeis.

>>> Bos Google Demo Gemini Spark Pakai iPhone 17 Pro di Google I/O 2026

Ia sempat diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana dan kepemilikan aset mewah dari tindak pidana korupsi dan pencucian uang.