KNKT: Taksi Online di Bekasi Tak Alami Gangguan Sistem, Human Error Jadi Penyebab
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan taksi online yang terlibat kecelakaan dengan Commuter Line di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur tidak mengalami gangguan sistem.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan temuan ini dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis (21/5/2026).
>>> Pajak Mitsubishi Pajero Sport 2026 Mulai Rp 9 Jutaan, Ini Rinciannya
Berdasarkan data on board unit (OBU), mobil bernomor polisi B 2864 SBX berfungsi normal tanpa rekaman malfungsi mekanis.
Data tersebut mencakup satu jam sebelum kejadian.
Kronologi Kecelakaan
KNKT membeberkan kronologi pergerakan mobil yang sempat berjalan normal dengan kecepatan rata-rata 15 km/jam dalam posisi transmisi D.
Kendaraan kemudian berpindah ke posisi netral dan meluncur dengan kecepatan 3-7 km/jam. Pengemudi membiarkan mobil melaju tanpa memindahkan transmisi kembali ke posisi berkendara saat melewati jalur turunan.
Saat berada di atas rel, pengemudi berulang kali menginjak pedal gas hingga 51 persen, namun kendaraan tidak bergerak karena transmisi masih di posisi netral.
>>> Fitur Hemat BBM Mobil Modern Kurang Efektif Tanpa Gaya Menyetir yang Tepat
Upaya pengemudi mengaktifkan kendaraan dengan menekan tombol starter justru membuat transmisi terkunci di posisi parkir. Mobil tidak dapat dievakuasi sebelum tabrakan terjadi pada Selasa (28/4/2026).
Faktor Human Error
KNKT menyayangkan keputusan pengemudi yang tidak memindahkan transmisi ke posisi D saat melintasi rel. Pengemudi juga terus menekan gas meski mobil tidak bergerak.
Faktor lain yang disoroti adalah minimnya masa kerja pengemudi yang baru tiga hingga lima hari.
Pelatihan teknis yang diberikan juga terbatas, termasuk mengenai indikator dasbor yang sulit terlihat pada siang hari.
Kendaraan tersebut telah memenuhi kualifikasi keselamatan internasional, termasuk lulus uji electro magnetic compatibility (EMC) standar India. Namun, uji EMC belum menjadi regulasi wajib di Indonesia.
>>> Pengusaha Otobus Kurangi Armada Demi Efisiensi Biaya Operasional
KNKT juga mencatat mobil telah dilengkapi fitur keselamatan Electric Parking Lock Module.
Update Terbaru
Kode Valor Legends Terbaru Juli 2026, Klaim Hadiah Gratis
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
Pelindo Gandeng BNN dan BPBD Edukasi Anak Lewat Portground Vol. 1
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
DTKJ Usul Mikrotrans di DKI Tak Lagi Gratis, Dikenakan Tarif Rp2.000
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
Kode Type Soul Roblox Terbaru Juli 2026, Klaim Hadiah Gratis
Senin / 06-07-2026, 18:13 WIB
RI-Singapura Sepakat Jaga Selat Malaka Bebas untuk Semua Pihak
Senin / 06-07-2026, 18:13 WIB
Tamchy SFIT Buka Peluang Baru bagi Bisnis Indonesia di Eurasia
Senin / 06-07-2026, 18:13 WIB
Profil Ghaza Muhammad Al-Ghifari, Peserta CoC Season 3 yang Viral di X, Diduga Melakukan Pelecehan Seksual
Senin / 06-07-2026, 18:09 WIB
7 Tanda Anak Siap Belajar Mandiri dan Masuk Sekolah
Senin / 06-07-2026, 18:08 WIB
Prabowo Tunjuk Danantara Jadi Eksportir Listrik ke Singapura
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
Viral Wanita di Surabaya Robohkan Rumah Dinas Pakai Ekskavator
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
Prediksi Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
'Bang Jago' Jagakarsa Positif Sabu, Langsung Ditahan Polisi
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
Asap TPA Jatiwaringin Masih Tebal, Puluhan Warga Bertahan di Posko Pengungsian
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB







