Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, berpeluang mencatatkan sejarah baru. Ia bisa membawa Maung Bandung meraih gelar juara BRI Super League untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Persib hanya membutuhkan hasil imbang saat melawan Persijap Jepara pada pertandingan terakhir, Sabtu (23/5/2026). Satu poin sudah cukup untuk mengunci posisi puncak klasemen akhir.

>>> Luis Figo Sebut Real Madrid Gagal Total Tanpa Gelar Musim Ini

Saat ini, Persib mengoleksi 78 poin dari 33 pertandingan. Tambahan poin pada laga penutup akan membuat Bojan Hodak mempersembahkan tiga gelar beruntun.

Perjalanan Bojan Hodak di Persib

Karier Bojan Hodak di Persib dimulai pada musim 2023/2024. Pelatih asal Kroasia berusia 55 tahun itu ditunjuk menggantikan Luis Milla yang mundur karena urusan pribadi.

Saat awal datang, ia menghadapi situasi sulit karena tim terpuruk di papan bawah. Bojan Hodak bahkan menggambarkan ruang ganti pemain yang sunyi dan kehilangan gairah.

Perlahan, situasi berubah di bawah arahannya. Motivasi pemain kembali bangkit, dan ikatan emosional antar-pemain semakin solid.

Debut Bojan Hodak bersama Persib terjadi pada pekan ke-6 BRI Liga 1 2023/2024 melawan Bali United, berakhir imbang 0-0.

Setelah itu, performa tim terus meningkat hingga meraih gelar juara setelah mengalahkan Madura United di final.

Faktor Kesuksesan

Kunci sukses Bojan Hodak adalah kemampuannya mengelola hubungan dengan pemain. Pengalaman 12 tahun melatih di Malaysia membuatnya memahami karakter sepak bola Asia Tenggara.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama GBK

Pendekatannya memicu atmosfer kompetitif yang sehat di skuad. Pelatih berlisensi Pro UEFA ini juga tidak mengistimewakan pemain bintang.

"Saya tidak merasa mereka adalah pemain bintang karena ketika mereka sudah berada di dalam tim, mereka semua harus bekerja keras untuk tim," ujar Bojan Hodak pada 9 September 2025.

Gaya Permainan Pragmatis

Dalam strategi, Bojan Hodak dikenal pragmatis. Ia lebih fokus pada hasil akhir di papan skor daripada permainan atraktif.

"Apakah penguasaan bola itu penting? Saya hanya bertanya.

Apakah memainkan bola oleh empat pemain belakang itu penting? Yang terpenting adalah gol, peluang dan tembakan," katanya pada 15 Mei 2024.

Berkat prestasinya, Bojan Hodak dinobatkan sebagai pelatih terbaik musim 2023/2024 dan 2024/2025. Koleksi penghargaan itu berpotensi bertambah seiring peluang juara musim ini.

>>> New York Knicks Kalahkan Cleveland Cavaliers, Unggul 2-0 di Final Wilayah Timur

Namanya kembali masuk nominasi pelatih terbaik musim ini, bersaing dengan Paul Munster (Bhayangkara FC) dan Fabio Lefundes (Borneo FC).