East Bengal FC berhasil memastikan gelar juara Liga Super India (ISL) musim 2025-26 untuk pertama kalinya.

Klub asal Kolkata itu menaklukkan Inter Kashi dengan skor 2-1 pada Kamis, 21 Mei 2026.

>>> Deni Arif dan Deni Daffa Raih Beasiswa Latihan di UFC Performance Institute Shanghai

Kemenangan di laga pamungkas musim ini sekaligus mengakhiri penantian 22 tahun. East Bengal akhirnya merajai kompetisi kasta tertinggi sepak bola India.

Format Liga Tradisional

Kompetisi ISL musim ini berlangsung lebih singkat. Karena keterlambatan jadwal mulai, setiap tim hanya memainkan 13 pertandingan dengan format liga tradisional tanpa babak playoff.

East Bengal sukses finis di puncak klasemen akhir dengan raihan 26 poin. Laga penentu digelar serentak di beberapa stadion.

Sebelum pertandingan penentu, pelatih kepala East Bengal, Oscar Bruzon, menepis kekhawatiran terkait tekanan besar. "I will sleep beautifully.

I have a dream so I will need to," ujarnya.

Persaingan Ketat di Puncak

Rival terdekat East Bengal, Mohun Bagan Super Giant, berpeluang menyamai poin jika menang melawan Sporting Club Delhi. Namun, keunggulan selisih gol membuat posisi East Bengal tidak tergoyahkan.

Penyerang Mohun Bagan, Dimitrios Petratos, menyatakan komitmen timnya sebelum laga pamungkas. "There's one more game.

Anything can happen. We will leave everything on the pitch," katanya.

Pertandingan penentu lainnya mempertemukan Punjab FC dan Mumbai City FC. Kedua tim mengoleksi 22 poin dan wajib menang demi menjaga peluang juara.

Pelatih Mumbai City FC, Petr Kratky, menekankan pentingnya pemulihan fisik. "The main focus after the last game was recovery and regrouping," jelasnya.

Kratky juga menambahkan bahwa strategi timnya tidak berubah meski tensi tinggi. "We know what is at stake and we know we need to win," lanjutnya.