Impian Southampton untuk promosi ke Premier League resmi berakhir. Panel independen menolak banding terakhir klub terhadap hukuman pencoretan dari babak play-off Championship.

Southampton mengakui pelanggaran serius terkait aktivitas spionase terhadap beberapa klub sepanjang musim 2025/2026.

>>> Borneo FC Tempel Ketat Persib Bandung di Papan Atas BRI Super League

English Football League (EFL) menjatuhkan sanksi setelah menemukan klub melakukan pengawasan ilegal terhadap sesi latihan Oxford United dan Ipswich Town.

Klub juga terbukti merekam persiapan Middlesbrough jelang leg pertama semifinal play-off pada 7 Mei. Selain diskualifikasi, Southampton dijatuhi pengurangan empat poin untuk musim Championship berikutnya.

Middlesbrough Kembali ke Play-off

Keputusan ini membuat Middlesbrough, yang sebelumnya disingkirkan Southampton di semifinal, kembali diaktifkan. Mereka akan menghadapi Hull City untuk memperebutkan tiket promosi ke Premier League.

Alih-alih memainkan laga final di Wembley melawan Hull City pada 23 Mei 2026, Southampton kini menghadapi krisis internal.

Manajer Tonda Eckert terancam dipecat karena petinggi klub mengaku tidak mengetahui aktivitas mata-mata.

Sejumlah pemain tim utama dikabarkan menyiapkan gugatan hukum terhadap klub karena potensi kehilangan bonus promosi.

Kontrak pemain mencantumkan bonus besar jika promosi tercapai, baik bonus individu maupun kolektif bernilai jutaan poundsterling.

Skandal Spionase Berawal dari Magang

Skandal ini bermula ketika analis performa magang Southampton, Will Salt, terlihat merekam sesi latihan Middlesbrough menggunakan iPhone.

Ia kedapatan berdiri mencurigakan di dekat area latihan beberapa hari sebelum leg pertama play-off.

Saat ditegur staf klub, ia panik dan kabur. Namun kesalahan fatal terjadi karena ia menggunakan kartu bank pribadinya untuk membeli kopi di dekat area latihan.

Chairman Middlesbrough, Steve Gibson, meminta otoritas melacak jejak transaksi elektronik tersebut.