>>> Persis Solo dan Madura United Berebut Nasib Hindari Degradasi

Penyelidikan menemukan catatan ponsel yang menempatkan analis tersebut di dekat markas klub Championship rival sepanjang musim.

Pemilik klub, Dragan Solak, dikabarkan sangat marah atas lubang finansial yang mengancam klub.

Eckert mengambil tanggung jawab penuh karena mengizinkan operasi itu, tetapi mengklaim tidak tahu bahwa tindakan tersebut dilarang.

Alasan itu tidak mendapat simpati, meski sebelumnya ia membawa tim mencatat 21 laga tak terkalahkan.

Posisinya kini dianggap tidak bisa dipertahankan, dan fans menuntut pertanggungjawaban. Pelatih muda itu bahkan terancam larangan melatih 18 bulan dari FA karena pelanggaran integritas.

Reaksi Tokoh Sepak Bola

Legenda Southampton, Matt Le Tissier, mengibaratkan hukuman tersebut terlalu berlebihan seperti memperlakukan klub layaknya pelaku pembunuhan.

Komentator Gary Lineker dan Alan Shearer juga mengaku terkejut dengan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pihak liga tetap kukuh dan menegaskan tidak akan mentoleransi praktik spionase. Mereka memandang aksi mata-mata sebagai bentuk kecurangan paling serius karena dilakukan secara sistematis dan diam-diam.

Keputusan bersejarah ini diyakini akan membuat klub lain berpikir dua kali untuk menggunakan cara gelap. Southampton akan memulai musim Championship berikutnya dengan pengurangan empat poin.

Sejumlah sponsor juga dikabarkan mengancam memutus kontrak kerja sama.

>>> Tiga Kiper Bersaing Ketat Rebut Gelar Penjaga Gawang Terbaik

Dengan para pemain bintang ingin hengkang dan klub kemungkinan tanpa pelatih, Southampton harus membangun ulang tim di lapangan sekaligus memulihkan kepercayaan di luar lapangan.