Pemerintah China dilaporkan memblokir distribusi kartu grafis Nvidia RTX 5090D V2 di sejumlah checkpoint bea cukai sejak Jumat (15/5/2026).

Produk ini dirancang khusus oleh Nvidia agar mematuhi regulasi ekspor AS terkait teknologi kecerdasan buatan canggih.

>>> Trio Lapor Pak! Ajak Anak Muda Yogya Melek Finansial

Kebijakan penahanan tersebut mencuat di tengah kunjungan kenegaraan CEO Nvidia, Jensen Huang, bersama Presiden AS Donald Trump di Beijing pada 13-15 Mei 2026.

Hingga kini, otoritas bea cukai China maupun manajemen Nvidia belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pasti penyetopan pasokan.

Produk Nvidia Lain Juga Terdampak

Sebelum insiden ini, produk Nvidia lain seperti tipe H200 dan H20 juga menghadapi kendala serupa di pasar China.

Varian H20 diproduksi khusus untuk memenuhi kebutuhan korporasi teknologi besar China seperti Alibaba dan Tencent.

Tekanan ganda ini membuat posisi Nvidia semakin terjepit di pasar global.

>>> Perusahaan Teknologi Rekrut Pekerja Lepas untuk Latih Kecerdasan Buatan

Nvidia dipaksa tunduk pada aturan pengetatan ekspor dari AS, namun produk modifikasi mereka mulai ditolak oleh pasar China.

Kebijakan proteksi Beijing ditengarai sebagai strategi mempercepat kemandirian teknologi dan memangkas ketergantungan pada rantai pasok AS.

Situasi ini dinilai menguntungkan produsen semikonduktor lokal seperti Huawei dan Cambricon untuk mengambil alih pangsa pasar.

Huawei diproyeksikan bakal mendominasi sektor cip AI di China seiring beralihnya minat perusahaan domestik ke produk lokal.

Lembaga finansial Morgan Stanley mengestimasi nilai pasar cip AI di China akan menembus 67 miliar dolar AS pada 2030.

>>> Kesenjangan Akses Internet Indonesia: Jawa Dominan, Maluku-Papua Tertinggal

Sebanyak 86 persen di antaranya diperkirakan dikuasai oleh manufaktur dalam negeri.