Kemensos Temukan 600 Anak Jalanan di Jakarta untuk Masuk Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial mencatat ratusan anak jalanan di Jakarta mulai dipersiapkan untuk kembali mengakses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak hampir 600 anak yang hidup di jalan telah didata dan ditindaklanjuti oleh petugas Kemensos.

Jumlah itu bertambah ketika digabung dengan anak-anak putus sekolah lain yang ikut dijaring. Total keseluruhannya kini mencapai sekitar 700 anak.

"Hampir 600 itu ditemukan di jalan, lalu kami lanjutkan dengan kunjungan ke rumah dan berdialog dengan orangtuanya," kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Senin.

>>> Joan Mir Putuskan Hengkang dari Honda Akhir Musim 2026

Menurut dia, Kemensos akan mengundang para orangtua bersama calon siswa dalam waktu dekat untuk membahas kesiapan mengikuti program tersebut.

Pertemuan itu direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua pekan ke depan sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2026.

Kemensos menargetkan para anak yang telah didata bisa langsung masuk Sekolah Rakyat pada pertengahan Juli mendatang.

Sementara itu, lokasi belajar sementara akan memanfaatkan sejumlah aset milik pemerintah yang telah diperiksa kelayakannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Beberapa titik yang disiapkan antara lain gedung milik Lembaga Administrasi Negara, aset Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Badan Narkotika Nasional, hingga kawasan Tagana Center Hambalang.

"Sekarang masih berproses dan nanti dibagi di beberapa lokasi menggunakan gedung sementara," ujar Gus Ipul.

Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus berjalan. Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo sebelumnya memastikan pengerjaan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.

Pembangunan itu berdiri di atas lahan sekitar 7,7 hektar dengan melibatkan sedikitnya 816 pekerja dan anggaran mencapai Rp 226 miliar.

Kompleks Sekolah Rakyat nantinya terdiri dari 17 bangunan yang mencakup ruang kelas, asrama siswa, rumah susun guru, rumah pompa, tempat ibadah, serta fasilitas penunjang lainnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga rentan dan anak-anak yang selama ini sulit menjangkau sekolah formal.