Perusahaan Teknologi Rekrut Pekerja Lepas untuk Latih Kecerdasan Buatan
Profesi baru sebagai pelatih kecerdasan buatan atau AI trainer mulai marak bermunculan di berbagai negara. Hal ini seiring pesatnya perkembangan chatbot dan robot humanoid.
Pekerjaan tersebut bertugas membantu melatih AI agar memahami perilaku manusia. Tugasnya meliputi mengevaluasi respons chatbot hingga memperbaiki kesalahan sistem.
>>> Kesenjangan Akses Internet Indonesia: Jawa Dominan, Maluku-Papua Tertinggal
Fenomena ini ramai diperbincangkan setelah sebuah video viral di media sosial. Video itu memperlihatkan seorang perempuan merekam aktivitas mencuci piring menggunakan ponsel untuk platform crowdsourcing Mindrift.
"Kemarin banyak yang ga percaya, kok bisa si cuman cuci piring bisa dapat dollar, siapa yang bayar?" ujar Itha Siburian Pandjaitan, pemilik akun Instagram @mamakngebolang.
Aktivitas harian seperti mencuci piring, memasak, dan menyapu rumah sengaja direkam. Data video tersebut digunakan oleh AI untuk mempelajari detail gerakan tubuh manusia.
"Ini bukan IG yang bayar, tapi perusahaan AI," kata Itha Siburian Pandjaitan.
Berdasarkan laporan CBS News, perusahaan teknologi tidak hanya membutuhkan programmer.
Mereka juga memerlukan penulis skenario, dokter, pengacara, musisi, hingga pelaku hobi tertentu untuk melatih AI agar terasa lebih manusiawi.
Selain Mindrift, beberapa platform lain yang menawarkan pekerjaan ini meliputi Outlier AI, Toloka, Scale AI, DataAnnotation, dan Remotasks.
Rata-rata bayaran sekitar 105 dollar AS per jam.
>>> Konser BTS Jakarta 2026 Dikonfirmasi di GBK, Bukan JIS
Bahkan untuk bidang keahlian khusus seperti psikiatri, bayaran yang ditawarkan bisa mencapai 350 dollar AS per jam.
Salah satu pekerja lepas yang memanfaatkan peluang ini adalah Robin Palmer, seorang penulis skenario Hollywood.
Ia mendedikasikan waktunya sekitar 30 jam per minggu untuk membantu chatbot menghasilkan tulisan kreatif.
"Anda melihat hasil tulisannya dan bertanya, apakah struktur ceritanya sudah benar?" ujar Robin Palmer.
Peningkatan kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian spesifik ini juga diamini oleh penyedia jasa perekrutan tenaga kerja untuk industri AI.
"Kami merekrut semua orang, mulai dari juara catur sampai penggemar wine," kata Brendan Foody, CEO perusahaan perekrut AI Mercor.
Kehadiran profesi baru ini berkontribusi menciptakan sekitar 640.000 pekerjaan baru di Amerika Serikat dalam periode 2023-2025 menurut laporan LinkedIn.
>>> Trump Batalkan Perintah Eksekutif AI demi Jaga Dominasi Teknologi
Namun, muncul kekhawatiran bahwa data dan pelatihan yang diberikan saat ini justru akan membantu teknologi AI menggantikan posisi pekerjaan mereka di masa depan.
Update Terbaru
Kate Mansi Ceritakan Transisi Karier dari Penari ke Bintang Sinetron
Selasa / 07-07-2026, 01:18 WIB
Bryan Johnson Habiskan Puluhan Juta Dolar demi Awet Muda, Malah Didiagnosis Penyakit Autoimun
Selasa / 07-07-2026, 01:15 WIB
Commodore Sebut Ponsel Lipatnya Momen Terbesar dalam Sejarah Modern, C64 Ultimate Terlupakan
Selasa / 07-07-2026, 01:15 WIB
JJ Wetherholt Bersinar di Musim Rookie Bersama St. Louis Cardinals
Selasa / 07-07-2026, 01:15 WIB
Pria New York Gugat DHS atas Kunjungan Petugas ICE Usai Email Kritik
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
Drone Ukraina Serang 47 Target Militer Rusia dan Kilang Minyak Omsk
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
SSI Agustus Dibayar Lebih Awal, Jadwal Juli 2026 Dimulai
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
SM North EDSA Umumkan Lineup Animezing North 2026
Selasa / 07-07-2026, 01:14 WIB
Pajero Mini Edisi Snoopy, Kei Car Imut dari Mitsubishi
Selasa / 07-07-2026, 01:13 WIB
Link Live Streaming Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 01:13 WIB
Persebaya Resmi Rekrut Yuran Fernandes dari PSM Makassar
Selasa / 07-07-2026, 01:13 WIB
Kebakaran Hutan Spanyol Meluas ke Taman Nasional, 200 Personel Dikerahkan
Selasa / 07-07-2026, 01:08 WIB
Ilmuwan Ungkap Alasan Banjir Bandang Bisa Mematikan dalam Hitungan Menit
Selasa / 07-07-2026, 01:08 WIB
Mengapa Benda Kecil pun Bisa Menghantam Pesawat seperti Bola Penghancur saat Lepas Landas
Selasa / 07-07-2026, 01:07 WIB







