Wacana bahwa kecerdasan buatan atau AI akan membantu pekerjaan manusia mulai dipertanyakan. Faktanya, raksasa teknologi global justru gencar melakukan PHK massal demi mengadopsi AI.

Data per 22 Mei 2026 dari platform pelacak industri Layoffs.

>>> Lapor Pak! Sukses Hibur Pengunjung Jogja Financial Festival 2026 Hari Pertama

fyi mencatat sebanyak 114.210 pegawai dari 150 perusahaan teknologi di seluruh dunia telah terdampak pemecatan sepanjang tahun berjalan.

Meski tidak semua perusahaan transparan mengenai keterlibatan AI, jumlah pekerja yang dirumahkan akibat efisiensi AI diperkirakan menembus puluhan ribu orang pada 2026.

Dua Skema Efisiensi

Strategi efisiensi korporasi terbagi menjadi dua skema utama. Perusahaan mengganti peran pekerja manusia secara langsung dengan sistem pintar untuk menekan biaya.

Atau, mereka memangkas staf guna mengalihkan anggaran bagi pengembangan infrastruktur komputasi baru.

Meta PHK 8.000 Karyawan

Meta, perusahaan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram, mengumumkan pengurangan sekitar 10 persen tenaga kerja pada April.

>>> Jadwal Penjualan dan Daftar Harga Tiket Konser BTS di GBK 2026

Langkah ini direalisasikan pada 20 Mei 2026 dengan merumahkan 8.000 karyawan global.

Mayoritas PHK menyasar divisi engineering dan produk.

Pemotongan ini menyusutkan total staf Meta dari 80.000 orang pada akhir Maret menjadi sekitar 72.000 orang.

Sebelum kebijakan ini berlaku, manajemen sempat merestrukturisasi 7.000 pekerja ke dalam proyek pengembangan agensi AI baru pada 18 Mei.

CEO Meta Mark Zuckerberg dalam memo internal menyampaikan penegasan kepada staf terdampak. “AI adalah teknologi paling penting dalam hidup kita.

>>> BTS Gelar Konser di SUGBK Jakarta 26-27 Desember 2026, Ini Harga Tiketnya

Perusahaan-perusahaan yang memimpin akan menentukan generasi berikutnya,” kata Zuckerberg.