Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus Genjot Investasi Kecerdasan Buatan
CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 8.000 karyawan. Langkah efisiensi ini diambil demi menghadapi persaingan ketat dalam industri kecerdasan buatan.
Melalui memo internal perusahaan, Zuckerberg mengungkapkan bahwa perkembangan AI menjadi pertaruhan besar bagi seluruh korporasi teknologi global.
>>> Google Kenalkan Fitur Continue On di Android 17 untuk Permudah Pindah Perangkat
"AI adalah teknologi paling penting dalam hidup kita," kata Zuckerberg dalam memo tersebut. "Perusahaan-perusahaan yang memimpin akan menentukan generasi berikutnya," lanjut dia.
Kebijakan restrukturisasi ini memotong sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global Meta. Selain pengurangan staf, korporasi induk Facebook tersebut juga membatalkan rencana pengisian 6.000 posisi lowong.
Langkah penyesuaian organisasi ini berjalan di tengah masifnya pengeluaran dana para raksasa teknologi untuk membangun infrastruktur komputasi canggih.
Rencana pengurangan pegawai ini telah diinformasikan kepada staf sejak April 2026.
Manajemen Meta menjelaskan bahwa anggaran hasil efisiensi akan dialokasikan langsung untuk mendanai sektor prioritas lain.
Sekitar 7.000 pekerja yang bertahan bakal dipindahkan ke divisi baru yang berfokus pada pengembangan sistem cerdas tersebut.
Sejumlah unit kerja yang menangani infrastruktur dasar, model fondasi, serta monetisasi teknologi baru ini dipastikan aman dari kebijakan pengurangan.
Divisi yang bersentuhan langsung dengan inovasi masa depan mendapatkan perlindungan khusus sepanjang proses restrukturisasi.
"Selalu menyedihkan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang telah berkontribusi pada misi kami dan dalam membangun perusahaan ini," ujar Zuckerberg.
"Saya menyampaikan rasa terima kasih saya kepada semua orang yang meninggalkan kantor hari ini atas semua kerja keras yang telah Anda curahkan dalam melayani komunitas kita," kata dia.
Update Terbaru
Diskon 10% Merchandise House of the Dragon Berakhir Hari Ini
Senin / 06-07-2026, 23:23 WIB
KPK Tolak Penangguhan Penahanan Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba
Senin / 06-07-2026, 23:23 WIB
Jawa Barat Raih Penghargaan Terbaik Ekonomi Pesantren di Anugerah Adinata Syariah 2026
Senin / 06-07-2026, 23:23 WIB
Album Jazz Tribut Studio Ghibli Hadir untuk Menemani Tidur Anda
Senin / 06-07-2026, 23:22 WIB
Badai Dahsyat Paksa Pendukung Trump Berlindung di Museum Afrika-Amerika
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Ahli Medis Jelaskan Risiko Gastritis Autoimun Usai Diagnosis Bryan Johnson
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Gorontalo-Lampung Raih Adinata Syariah untuk Zona Ekonomi Syariah Baru
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Bareskrim Periksa Pelapor Abu Janda soal Dugaan Ujaran SARA terhadap Minang
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Ini Kata-katanya
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Ma'ruf Amin: Perkembangan Ekonomi Syariah RI Menggembirakan
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Terdampak Besar
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Menkum Dorong Perbaikan Royalti Musik dan Karya Jurnalistik di WIPO Swiss
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Jurgen Klopp Sindir FIFA dan Donald Trump soal Kartu Merah Balogun
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Cobolli dan Paolini Melaju ke Perempat Final Wimbledon
Senin / 06-07-2026, 23:15 WIB







