Nvidia Targetkan Diversifikasi Pasar di Tengah Skeptisisme Investor Global
Nvidia Corp merespons skeptisisme investor global dengan memaparkan rencana diversifikasi bisnis. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada operator pusat data raksasa yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan utama.
Laporan kuartal terbaru produsen cip tersebut memproyeksikan berbagai lini bisnis lain serta pemerintah akan segera menjadi sumber pendapatan lebih besar.
>>> Jadwal Film dan Sepakbola 22 Mei 2026
Sektor-sektor baru ini bersiap mengadopsi cip dan produk komputasi Nvidia untuk mendukung ambisi kecerdasan buatan mereka.
Peluang baru yang sangat besar juga diproyeksikan muncul dari teknologi kecerdasan buatan fisik, seperti robot dan kendaraan otomatis di masa mendatang.
"We've got it all covered," kata Jensen Huang, CEO Nvidia, dalam konferensi telepon bersama analis.
Langkah ekspansi imbalan bagi pemegang saham, termasuk peningkatan dividen secara masif, belum mampu meyakinkan pelaku pasar.
Saham Nvidia turun 1,8 persen menjadi 219,51 dolar AS di New York pada Kamis (21/5) waktu setempat, meskipun hasil kinerja dan perkiraan perusahaan melampaui estimasi analis Bloomberg.
Laporan kuartal Nvidia mencatat proyeksi penjualan untuk tiga bulan yang berakhir pada Juli 2026 mencapai sekitar 91 miliar dolar AS.
Angka tersebut melampaui rata-rata perkiraan analis sebesar 87 miliar dolar AS, meskipun proyeksi tertinggi sempat menyentuh 96 miliar dolar AS.
>>> Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus ke Divisi AI
Dominasi Nvidia dalam komputasi AI kini menghadapi tantangan besar pertamanya.
Berbagai produsen cip kompetitor berusaha merebut pangsa pasar, dan pembeli utama teknologi Nvidia mulai mengembangkan komponen internal mereka sendiri.
Sebelum laporan ini dirilis, saham Nvidia mencatat kenaikan 20 persen sepanjang tahun 2026.
Pertumbuhan tersebut melampaui indeks S&P 500, namun masih tertinggal dari sebagian besar perusahaan cip pesaing utamanya.
Nvidia saat ini masih menjadi penjual teratas untuk akselerator kecerdasan buatan yang digunakan dalam mengembangkan model AI.
Namun, persaingan ketat terus tumbuh dari Silicon Valley melalui Advanced Micro Devices Inc yang memiliki prosesor rival, serta Broadcom Inc dan Alphabet Inc lewat teknologi mandiri mereka.
>>> Profil Oleg Kuzovkov, Kreator di Balik Masha and the Bear
Kendati demikian, posisi Nvidia dinilai tetap diuntungkan. Wall Street memproyeksikan pendapatan perusahaan akan menyumbang lebih dari sepertiga total penjualan seluruh sektor semikonduktor tahun ini.
Update Terbaru
5 Film Thailand Bertema PHK dan Dunia Kerja yang Kejam
Senin / 06-07-2026, 19:15 WIB
Cara Menggunakan Kontroler Baru dengan Konsol Retro
Senin / 06-07-2026, 19:15 WIB
Prototipe Steam Controller Kembali Ditemukan di Goodwill, Tujuh Tahun Setelah Kejadian Serupa
Senin / 06-07-2026, 19:15 WIB
Muse Asia Lisensi Anime The World's Strongest Rearguard, Episode 1 Sudah Tayang
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
Di Bawah Danantara, PNM Buka Jalan Kerja bagi Lulusan SMA/SMK
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
Erick Thohir Tak Persoalkan Piala Presiden Bentrok dengan Piala AFF 2026
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp200 Ribu per Bulan
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
Kode Paradox Roblox Juli 2026 Terbaru: Daftar dan Cara Redeem
Senin / 06-07-2026, 19:13 WIB
Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Bandara Halim
Senin / 06-07-2026, 19:13 WIB
'Bola Misterius' Terdampar di Pantai Australia, Pakar Ungkap Faktanya
Senin / 06-07-2026, 19:13 WIB
Jordan Henderson Alami Cedera Pergelangan Tangan Parah Usai Rayakan Kemenangan Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 19:08 WIB
SK Hynix Bersiap IPO Rp 29 Miliar di Nasdaq, Uji Pasar AI
Senin / 06-07-2026, 19:08 WIB
Lee So Ra Umumkan Comeback dengan Single 'Forget Your Face (Summer Breeze)'
Senin / 06-07-2026, 19:07 WIB
MKGR Gelar Mubeslub untuk Pilih Ketum Baru Gantikan Adies Kadir
Senin / 06-07-2026, 19:07 WIB







