Zuckerberg menjelaskan bahwa transformasi ini krusial dilakukan agar perusahaan tetap adaptif dan kompetitif bagi talenta digital terbaik.

"Kami sedang mentransformasi perusahaan kami untuk memastikan bahwa perusahaan ini akan selalu menjadi tempat terbaik bagi orang-orang berbakat untuk memberikan dampak terbesar," ujar dia.

Ia mengklaim sebagian pekerja menilai pemangkasan struktur membuat alur kerja menjadi lebih ringkas karena minimnya sekat birokrasi.

>>> Google Rombak Total Mesin Pencari dengan Gemini Intelligence

"Orang-orang mengatakan kepada kami bahwa mereka menghargai kemampuan untuk mengambil kepemilikan yang lebih besar dan mewujudkan visi mereka dengan birokrasi dan manajemen yang lebih sedikit untuk diurus," katanya.

Kondisi internal perusahaan saat ini diwarnai kekhawatiran karena pengurangan staf telah terjadi berulang kali sepanjang tahun.

Pada Januari 2026, Meta mendepak 1.000 pekerja dari divisi Reality Labs, disusul ratusan pegawai lain pada Maret 2026.

Korporasi ini juga berencana mengurangi ketergantungan pada kontraktor luar untuk moderasi konten dan beralih ke sistem otomatis.

Berdasarkan laporan internal, ada potensi gelombang pengurangan susulan pada Agustus 2026 dan musim gugur mendatang.

Situasi ini berdampak pada merosotnya tingkat kepuasan kerja staf di platform Blind sebesar 25 persen dari titik tertinggi tahun 2024.

Penilaian terhadap iklim kerja internal bahkan jatuh hingga 39 persen.

Meski begitu, Zuckerberg menyatakan bahwa jajaran direksi tidak merencanakan adanya pengurangan massal tambahan dalam waktu dekat tahun ini.

"Saya ingin mengakui bahwa komunikasi kami belum sejelas yang kami inginkan, dan itu adalah salah satu area yang ingin saya pastikan untuk kami perbaiki," kata Zuckerberg.

Fenomena pengurangan tenaga kerja demi fokus pada inovasi baru juga melanda korporasi teknologi global lainnya. Cisco baru saja mengumumkan pemangkasan terhadap 4.000 staf mereka.

CEO Cisco Chuck Robbins menyatakan bahwa pemenang di era baru adalah entitas yang disiplin mengalihkan modal ke sektor potensial.

"Perusahaan yang akan menang di era AI adalah perusahaan yang fokus, memiliki urgensi, dan disiplin untuk terus mengalihkan investasi ke area di mana permintaan dan penciptaan nilai jangka panjang paling kuat," ujar Robbins.

Di sisi lain, Microsoft menawarkan opsi pengunduran diri sukarela dengan kompensasi bagi 7 persen pekerjanya di Amerika Serikat pada April 2026.

>>> Paula Verhoeven Pamer KTP Baru dengan Status Cerai Hidup

Tren perampingan ini terjadi bersamaan dengan melonjaknya investasi industri untuk pusat data, cip canggih, serta komputasi skala besar.