Implementasi Low Emissions Zone Berpotensi Jadi Sumber PAD Baru
Jakarta, Kompas.
com – Implementasi kawasan zona rendah emisi atau Low Emissions Zone (LEZ) dinilai berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.
>>> Fitur Mode ECO Hanya Menghemat Bahan Bakar Mobil Hingga 15 Persen
Wacana ini muncul di tengah rencana pencabutan insentif kendaraan listrik.
Head of Industrial and Transport Decarbonization INDEF GTI Andry Satrio Nugroho mengatakan, pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai opsi kebijakan sebelum menghentikan insentif.
Pencabutan insentif harus hati-hati agar tidak menghambat adopsi kendaraan listrik.
Potensi Penerimaan dari LEZ dan Cukai Emisi
Berdasarkan kajian INDEF GTI, penerapan LEZ di kawasan pusat bisnis Jalan Sudirman, Jakarta, diperkirakan mampu menghasilkan penerimaan hingga Rp 383 miliar per tahun.
Potensi ini masih dari satu kawasan dan bisa bertambah jika diterapkan di kawasan lain.
Selain LEZ, penerapan cukai emisi juga memiliki potensi besar. INDEF GTI memperkirakan cukai emisi dapat menyumbang hingga Rp 40 triliun per tahun.
Angka itu lebih besar dari gabungan penerimaan cukai plastik dan minuman berpemanis, bahkan tiga kali lipat dari cukai alkohol.
Dana tersebut nantinya bisa dibagikan ke daerah melalui skema Dana Bagi Hasil berbasis kinerja ekonomi dan lingkungan. Hal ini diharapkan dapat mendorong ekonomi hijau.
Pajak Progresif Kendaraan Listrik
Jika pemerintah tetap ingin mengenakan pajak kendaraan listrik, INDEF GTI menyarankan penerapan pajak progresif berbasis kepemilikan.
Berdasarkan perhitungan, kepemilikan kendaraan listrik nasional pada 2025 didominasi kendaraan kedua dengan porsi 66,2 persen. Sementara kepemilikan pertama hanya 4 persen.
>>> Jaecoo J5 Tempuh Jarak 534 Kilometer dalam Uji Internal
Penerapan pajak progresif untuk kendaraan kedua dan seterusnya diperkirakan berpotensi menghasilkan penerimaan hingga Rp 1,9 triliun per tahun.
Update Terbaru
Kode Valor Legends Terbaru Juli 2026, Klaim Hadiah Gratis
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
Pelindo Gandeng BNN dan BPBD Edukasi Anak Lewat Portground Vol. 1
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
DTKJ Usul Mikrotrans di DKI Tak Lagi Gratis, Dikenakan Tarif Rp2.000
Senin / 06-07-2026, 18:14 WIB
Kode Type Soul Roblox Terbaru Juli 2026, Klaim Hadiah Gratis
Senin / 06-07-2026, 18:13 WIB
RI-Singapura Sepakat Jaga Selat Malaka Bebas untuk Semua Pihak
Senin / 06-07-2026, 18:13 WIB
Tamchy SFIT Buka Peluang Baru bagi Bisnis Indonesia di Eurasia
Senin / 06-07-2026, 18:13 WIB
Profil Ghaza Muhammad Al-Ghifari, Peserta CoC Season 3 yang Viral di X, Diduga Melakukan Pelecehan Seksual
Senin / 06-07-2026, 18:09 WIB
7 Tanda Anak Siap Belajar Mandiri dan Masuk Sekolah
Senin / 06-07-2026, 18:08 WIB
Prabowo Tunjuk Danantara Jadi Eksportir Listrik ke Singapura
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
Viral Wanita di Surabaya Robohkan Rumah Dinas Pakai Ekskavator
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
Prediksi Portugal vs Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
'Bang Jago' Jagakarsa Positif Sabu, Langsung Ditahan Polisi
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB
Asap TPA Jatiwaringin Masih Tebal, Puluhan Warga Bertahan di Posko Pengungsian
Senin / 06-07-2026, 18:07 WIB







